Pemkab Sumenep Salurkan 25 Unit Becak Listrik untuk Pengayuh Becak, Diresmikan di Pendopo Keraton

- Editorial Team

Senin, 14 Juli 2025 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SumenepDapurpos.com Sebanyak 25 unit becak listrik resmi disalurkan kepada para pengayuh becak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Penyerahan bantuan berlangsung secara simbolis di Pendopo Keraton Sumenep pada Senin, 14 Juli 2025, dengan dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.

Didampingi perwakilan dari Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Tim Akselerasi dan Sinkronisasi (Taskin), serta sejumlah pejabat pemerintah daerah, Bupati Fauzi mengungkapkan rasa syukur atas realisasi program bantuan tersebut.

“Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami. Perhatian pemerintah pusat terhadap para pengayuh becak begitu nyata melalui pemberian becak listrik ini,” ujar Bupati Fauzi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, program bantuan becak listrik telah menjadi prioritas Pemkab Sumenep dalam tiga tahun terakhir. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah mewujudkan inisiatif ini.

“Kehadiran becak listrik ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan para pengayuh becak. Kalau sebelumnya hanya bisa melayani 2-4 penumpang per hari, sekarang bisa meningkat menjadi 10 penumpang,” tambahnya.

Bupati Fauzi berharap bantuan ini bisa terus berlanjut hingga menjangkau seluruh pengayuh becak yang jumlahnya mencapai 614 orang, dengan penerima bantuan saat ini rata-rata berusia sekitar 60 tahun dan berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Pemerintahan Kabupaten Sumenep Terus Mendongkrak Ekonomi Masyarakat Dengan Program Pengembangan Desa Wisata

Sementara itu, Tenaga Ahli Baran Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Novia Ayu Endah Budiarsi, menyebutkan bahwa penyaluran becak listrik merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat dan Yayasan GSN. Sebanyak 25 unit diberikan khusus untuk Sumenep, yang dipilih karena dinilai memiliki potensi percepatan pengentasan kemiskinan di kawasan timur Madura.

“Sumenep menjadi lokasi pertama penyaluran di Pulau Madura. Di hari yang sama, tiga kabupaten lain — Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan — juga menerima bantuan dengan jumlah yang sama,” terang Novia.

Secara total, sebanyak 100 unit becak listrik telah disalurkan di wilayah Jawa Timur.

Baca Juga:  Tertibkan ASN, Bupati Fauzi Larang Kendaraan Dinas Dipakai untuk Mudik Lebaran

Senada, Yudhi Samhana, Pengurus Pusat Yayasan GSN, menyampaikan bahwa dalam sepekan terakhir, pihaknya telah menyalurkan 200 unit becak listrik di delapan kabupaten — masing-masing empat di Madura dan empat di Jawa Tengah.

“Secara nasional, jumlah bantuan yang sudah terealisasi mencapai 706 unit,” ungkapnya.

Yudhi menambahkan, Yayasan GSN akan terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan seluruh pengayuh becak di Sumenep. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dari pemerintah daerah terhadap penggunaan dan pemeliharaan becak listrik.

“Tujuannya agar bantuan ini benar-benar digunakan sebagai sarana mencari nafkah dan meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.

Bantuan becak listrik ini tidak hanya menjadi simbol perhatian negara terhadap sektor informal, tetapi juga langkah konkret dalam membangun transportasi ramah lingkungan dan berkelanjutan di daerah. (jar/red)*

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Tani Ganding 2026 Dibuka, Wabup Dorong Anak Muda Bertani
Harhubnas ke-55, KSOP Kalianget Pasang Harga Mati Keselamatan Pelayaran
Tak Sekadar Seremonial Harhubnas, KSOP Kalianget Tegaskan: Keselamatan Pelayaran Harga Mati
Terima Aksi GMS, Kepala Inspektorat Sumenep Tegaskan Setiap Aduan Wajib Jadi Prioritas
Mahasiswa Soroti Pengawasan Inspektorat Sumenep dan Penyertaan Modal BUMD
Sekda Sumenep Serukan ASN Bergerak, Setetes Darah Bisa Selamatkan Nyawa
Sekda Sumenep Soroti Disiplin ASN: Jangan Hanya Rajin Absen, Kinerja Harus Maksimal
9 Bulan Menanti Honor, Bendahara Desa Pagerungan Besar Bungkam Saat Dikonfirmasi.
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:49 WIB

Festival Tani Ganding 2026 Dibuka, Wabup Dorong Anak Muda Bertani

Jumat, 18 September 2026 - 08:57 WIB

Tak Sekadar Seremonial Harhubnas, KSOP Kalianget Tegaskan: Keselamatan Pelayaran Harga Mati

Rabu, 16 September 2026 - 19:32 WIB

Terima Aksi GMS, Kepala Inspektorat Sumenep Tegaskan Setiap Aduan Wajib Jadi Prioritas

Rabu, 16 September 2026 - 19:26 WIB

Mahasiswa Soroti Pengawasan Inspektorat Sumenep dan Penyertaan Modal BUMD

Senin, 14 September 2026 - 20:36 WIB

Sekda Sumenep Serukan ASN Bergerak, Setetes Darah Bisa Selamatkan Nyawa

Berita Terbaru