Sumenep – Dapurpos.com – Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Batang-Batang bersama Pendamping Desa melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Camat Batang-Batang, Mujib, S.Sos., M.Si, dan berlangsung di Desa Kolpo, Kecamatan Batang-Batang.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolsek Batang-Batang, Danramil Batang-Batang, serta para pendamping desa. Monev dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari dua desa pada hari pertama.
Dalam sambutannya, Camat Mujib menyampaikan bahwa Monev bukan hanya sekadar kegiatan administratif, melainkan juga sebagai ajang silaturahmi dan penguatan koordinasi antara pihak desa dan Forpimka.
“Ada dua tujuan utama dari kegiatan ini, yakni mempererat hubungan antara desa dengan Forpimka, serta memastikan penggunaan dana desa berjalan efektif, efisien, dan sesuai rencana pembangunan desa,” tegas Mujib.
Ia juga menekankan bahwa Monev merupakan prasyarat utama pencairan tahap II dana ADD/DD. Camat Mujib mengingatkan agar desa benar-benar serius mengikuti kegiatan ini, karena akan menjadi dasar evaluasi lanjutan oleh pihak Inspektorat Kabupaten maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Jangan main-main dalam pengelolaan keuangan desa. Harus akurat, transparan, dan akuntabel,” ujarnya mengingatkan.
Selain itu, Camat Mujib juga menyampaikan pentingnya pemenuhan kewajiban pajak sebagai bagian dari prasyarat pencairan dana desa.
“Minimal 50% kewajiban pajak harus terpenuhi untuk bisa melanjutkan ke pencairan berikutnya,” imbuhnya.
Selama kegiatan, Tim Monev memeriksa berbagai dokumen penting, seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), serta laporan realisasi anggaran. Tim juga melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kesesuaian pelaksanaan kegiatan fisik dengan perencanaan dan spesifikasi teknis.
Camat Batang-Batang berharap melalui Monev yang rutin dan terstruktur ini, tata kelola dana desa dapat terus meningkat.
“Dengan Monev berkala, kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” pungkasnya.
Kegiatan Monev ini rencananya akan berlanjut ke desa-desa lain dalam beberapa hari ke depan, dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pengawasan penggunaan dana desa.
(jar/red)**





