Kepemimpinan Bupati Sumenep Berhasil Menurunkan Angka Kemiskinan

- Redaksi

Jumat, 21 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Dapurpos.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, telah jamak menghadirkan program sosial, sesuai Tagline ‘Bismillah Melayani’ yang digagas Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, hal itu tentu sebagai instrumen dalam pengentasan kemiskinan di Sumenep.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi wongsojodo menyampaikan, prihal penurunan angka kemiskinan saat ini memang menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten ujung timur pulau Madura yang sedang dipimpinnya.

Pengentasan kemiskinan ini kata Achmad Fauzi Wongsojudo menjadi tanggung jawab bersama, sehingga perlu adanya pemikiran serius, seluruh kebijakan pemerintah daerah akan selaras dengan DPRD Sumenep, karena DPRD Sumenep bagian dari fungsi pengawasan, sepanjang ini mereka sudah mengawasi dengan benar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka kemiskinan di kabupaten Sumenep, Menurut Politisi PDIP ini berangsur sudah mulai turun. Saat dirinya dilantik di bulan Februari 2021 lalu, angka kemiskinan di kabupaten berslogan The Soul of Madura ini masih berada di angka 20,55%, sedangkan pada tahun 2022 turun di angka 18,76% dan turun lagi ke angka 18,7% di tahun 2023.

Jadi memang ada progres bertahap, kecuali angka kemiskinan tidak turun, baru menjadi problem, yang artinya pemerintah daerah dan DPRD tidak bekerja,” ungkap Bupati Sumenep.

Teranyar, Pada saat Bupati Sumenep turun ke lapangan tepatnya di desa Guluk-Guluk, orang nomer Wahid di kabupaten Sumenep ini menemukan warga desa setempat dengan kondisi rumah tidak layak huni. Achmad Fauzi Wongsojudo langsung gerak cepat menginstruksikan kepada dinas terkait untuk melakukan bedah rumah.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Sumenep, Yayak Nurwahyudi, melalui Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Noer Lisal Anbiyah mengatakan, pihaknya sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi leading sektor program RTLH juga ikut mendampingi bupati Sumenep dalam mengurangi angka kemiskinan di Sumenep yang salah satunya melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Ini adalah program bupati Sumenep.

Menurutnya, program bupati ini sudah berhasil dirasakan manfaatnya oleh masyarakat khususnya ibu Hotipah, warga desa Guluk-Guluk, bupati Fauzi melalui program RTLH berhasil membangunkan rumah perempuan yang sebelumnya hidup di rumah tidak layak huni tersebut.

“Alhamdulillah sudah terealisasi untuk rumah atas nama buk Hotipah itu di desa Guluk-Guluk, sementara masih 1 terealisasi dan ada 1 lagi di desa Bragung,” kata Noer Lisal Anbiyah, Rabu (19/6/2024).

Program bupati Sumenep ini kata Lisal, sapaan karib Kabid Perumahan dan Kawasan Pemukiman Disperkimhub sumenep, program prioritas Bupati Sumenep ini adalah dalam rangka untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah Sumenep.

Lisa menegaskan, program RTLH ini menyasar masyarakat yang benar-benar tidak mampu, pihaknya melalui mekanisme yang ada akan mengklasifikasikan rumah warga Sumenep yang layak mendapatkan bantuan tersebut.

“Maka kita persempit bahwa RTLH ini adalah sasaran untuk orang yang tidak mampu, jadi kita klasifikasikan lagi ini untuk rumah yang benar-benar ekstrim, contoh gedek dengan anyaman bambu, lantai masih berupa tanah, itu yang benar-benar akan kita bantu sekarang,” paparnya.

Dirinya berharap, dengan adanya program RTLH ini dapat mengentaskan kemiskinan yang salah satu faktornya yaitu rumah. Pihaknya menginginkan masyarakat Sumenep ini juga memiliki rumah layak huni yang permanen.

Perlu diketahui bahwa calon keluarga penerima manfaat (KPM) Bantuan RTLH ada sebanyak 128 orang, ini akan tersebar di kabupaten Sumenep baik daratan maupun kepulauan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Disperkimhub setempat, berupaya mengurangi disparitas antara kepulauan dan daratan, namun dirinya menyebut dalam program ini harus menyesuaikan dengan letak geografis daerah calon penerima manfaat.

“Kita mengurangi disparitas juga ya antara kepulauan dan daratan, verifikasi nanti ada contoh sapeken, kanganyan dan Arjasa cuma spesifikasi nanti kita sesuai

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rotasi 25 Pejabat, Bupati Sumenep: Hadirkan Energi Baru untuk Percepat Pembangunan dan Tingkatkan Pelayanan Publik
Dapil DPRD Surabaya Siap Dievaluasi, NasDem Ingatkan Jangan Jadi Ajang Bagi-bagi Kursi
PDIP Diseret ke Pusaran Demo MBG, Said Abdullah: Mahasiswa Bukan Alat Politik
NasDem Jatim Naikkan Jumlah Kurban Jadi 155 Ekor, PWNU hingga Ponpes Bumi Sholawat Kebagian Sapi
DPRD Sumenep Godok Raperda Pengelolaan Aset Daerah, Gandeng Akademisi UTM Perkuat Regulasi
DPRD Sumenep Perkuat Legislasi, Fraksi-Fraksi Sampaikan Pandangan atas Tiga Raperda 2026
DPRD Sumenep Tancap Gas Tetapkan Propemperda 2026, Perkuat Arah Regulasi Daerah
DPRD Sumenep Dalami Tiga Raperda, Soroti Reformasi Birokrasi hingga Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 04:16 WIB

Rotasi 25 Pejabat, Bupati Sumenep: Hadirkan Energi Baru untuk Percepat Pembangunan dan Tingkatkan Pelayanan Publik

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:33 WIB

Dapil DPRD Surabaya Siap Dievaluasi, NasDem Ingatkan Jangan Jadi Ajang Bagi-bagi Kursi

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:38 WIB

PDIP Diseret ke Pusaran Demo MBG, Said Abdullah: Mahasiswa Bukan Alat Politik

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:25 WIB

NasDem Jatim Naikkan Jumlah Kurban Jadi 155 Ekor, PWNU hingga Ponpes Bumi Sholawat Kebagian Sapi

Senin, 11 Mei 2026 - 13:03 WIB

DPRD Sumenep Godok Raperda Pengelolaan Aset Daerah, Gandeng Akademisi UTM Perkuat Regulasi

Berita Terbaru

Berita

PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:01 WIB