Sumenep, DapurPos.com – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pasongsongan, melalui Koordinator Penyuluh (Korluh) dan seluruh jajarannya, memperingati Hari Pahlawan Nasional dengan aksi nyata yang mengukuhkan peran vital petani sebagai “Pahlawan Pangan” di Kecamatan Pasongsongan.
Sinergi strategis ini ditandai dengan pertemuan koordinasi bersama Ketua Koordinator Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kecamatan Pasongsongan. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, melalui BPP, dan para petani demi mencapai ketahanan pangan lokal.
Fokus Penguatan Kapasitas dan Kolaborasi Koordinator Penyuluh BPP Pasongsongan, ahmad molyono S.P dalam wawancaranya, menekankan bahwa di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika pasar, petani adalah garda terdepan yang menjamin ketersediaan pangan.
”Memperingati Hari Pahlawan, kita menyadari bahwa perjuangan hari ini adalah perjuangan kedaulatan pangan. Petani kitalah pahlawan sejati yang berjuang di sawah dan ladang. Sinergi antara BPP sebagai fasilitator teknologi dan Gapoktan sebagai motor penggerak di lapangan harus semakin solid,” ujar ahmad molyono.
Ketua Koordinator Gapoktan se-Kecamatan Pasongsongan Masyuni Ramadhan S. M. menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk mendukung penuh program-program penyuluhan. Beberapa poin utama yang disepakati dalam kordinasi tersebut meliputi:
1. Akselerasi Penerapan Teknologi Pertanian Tepat Guna: Fokus pada penggunaan varietas unggul tahan hama dan teknik irigasi efisien.
2. Penguatan Kelembagaan Petani: Mendorong regenerasi petani muda dan peningkatan kapasitas manajerial Gapoktan dalam mengakses permodalan dan pasar.
3. Penyuluhan Intensif: Pelaksanaan demplot (demonstrasi plot) dan field day secara berkala untuk memamerkan keberhasilan inovasi pertanian.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas komoditas unggulan di Pasongsongan, tetapi juga menyejahterakan para petani. Dengan menjadikan petani sebagai subjek utama pembangunan, Kecamatan Pasongsongan bertekad untuk menjadi lumbung pangan yang mandiri dan berdaulat.
Aksi ini menjadi contoh inspiratif bagaimana semangat kepahlawanan dapat diimplementasikan dalam sektor pembangunan ekonomi, khususnya pertanian, demi mewujudkan cita-cita ketahanan pangan nasional dari tingkat daerah.





