cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Bupati Sumenep Soroti Sinergi Lintas Pemerintah untuk Swasembada Garam Nasional

DAPURPOS.COM, SUMENEP — Komitmen memperkuat sektor pergaraman nasional kembali ditegaskan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam forum dialog publik yang mengangkat isu strategis ketahanan pangan berbasis maritim.

Pernyataan tersebut disampaikan saat ia tampil sebagai narasumber dalam dialog khusus Maritim Fest yang disiarkan JTV pada Selasa (21/4/2026) malam, dengan tema “Jawa Timur Benteng Swasembada Garam Nasional” dan dipandu Karyn Sem.

Dalam forum itu, Bupati Fauzi menekankan bahwa pendampingan kepada petani garam tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten semata.

“Pendampingan kepada petani garam bukan hanya tanggung jawab pemerintah kabupaten. Harus ada keterlibatan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Ia mencontohkan keberhasilan Program Pugar yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas petani. Namun, menurutnya, program tersebut harus terus dilanjutkan dengan pendekatan berbasis kelompok tani atau koperasi agar bantuan lebih tepat sasaran.

“Program seperti Pugar sangat membantu, terutama dalam peningkatan kualitas produksi dari hulu, misalnya melalui bantuan geomembran. Namun bantuan itu sebaiknya diberikan kepada kelompok atau koperasi, bukan individu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fauzi menilai sektor garam memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan kepentingan nasional. Oleh sebab itu, intervensi pemerintah, baik dalam bentuk teknologi maupun kebijakan harga, dinilai sangat krusial untuk menjaga keberlanjutan sektor tersebut.

Baca Juga :  Pemerintahan Kabupaten Sumenep Terus Mendongkrak Ekonomi Masyarakat Dengan Program Pengembangan Desa Wisata

Ia juga menyoroti peran PT Garam yang diharapkan lebih aktif dalam pembinaan sumber daya manusia petani garam, khususnya di Kabupaten Sumenep.

“Petani garam di Sumenep tidak bisa dilepaskan dari keberadaan PT Garam. Kami berharap perusahaan ini juga berkontribusi dalam peningkatan kapasitas SDM petani,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjut Fauzi, akan terus mengawal kesejahteraan petani, termasuk menjaga stabilitas harga agar tetap menguntungkan. Ia menilai, kesejahteraan petani akan berdampak langsung pada keberlanjutan industri garam nasional.

“Jika harga garam baik dan petani sejahtera, maka keberadaan PT Garam juga akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.

Di sisi lain, Bupati Fauzi mengapresiasi inovasi pelaku usaha lokal yang mulai mengembangkan produk turunan garam, mulai dari garam konsumsi berkualitas hingga garam spa. Menurutnya, hal ini menunjukkan potensi besar komoditas garam untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

“Garam tidak hanya untuk konsumsi pangan, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi produk bernilai tambah seperti garam spa. Ini peluang ekonomi yang harus terus didorong,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep, katanya, berkomitmen mendukung program nasional di sektor ketahanan pangan, termasuk target swasembada garam. Dukungan itu diwujudkan melalui berbagai kebijakan dan bantuan guna meningkatkan produksi.

Baca Juga :  CT Scan di RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep Diharap Meningkatkan Pelayanan Terhadap Pasien

Selain itu, pemerintah daerah juga siap mengawal rencana pengembangan teknologi baru yang akan dilakukan PT Garam bekerja sama dengan pihak ketiga.

Menutup pernyataannya, Bupati Fauzi optimistis target swasembada garam nasional pada 2027 dapat tercapai sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.

“Kami optimistis target swasembada garam 2027 bisa terwujud. Ini penting untuk kepentingan nasional agar kita tidak lagi bergantung pada impor garam,” pungkasnya.

(adie/red)**

Tinggalkan Balasan