cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Belum Puncak Panen, Serapan Gabah Sumenep Sudah Lewati 50 Persen Target

DAPURPOS.COM, SUMENEP — Pelaksanaan program Serap Gabah Petani (SERGAP) di Kabupaten Sumenep pada musim panen 2026 menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Hingga pertengahan musim panen, jumlah gabah kering yang berhasil diserap telah mencapai sekitar 325 ton dari total target 600 ton yang ditetapkan pemerintah pusat untuk daerah tersebut.

Angka tersebut menandakan bahwa lebih dari separuh target penyerapan telah terpenuhi. Dengan kondisi panen yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga setelah Hari Raya Idul fitri, peluang untuk mencapai bahkan melampaui target serapan dinilai semakin terbuka.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menjelaskan bahwa puncak panen di wilayah Sumenep diperkirakan baru terjadi usai Hari Raya Idhul fitri.

“Saat ini di Sumenep panen belum mencapai puncak. Puncak panen diperkirakan habis Lebaran,” ujar Chainur Rasyid.

Menurutnya, capaian 325 ton gabah kering hingga saat ini merupakan perkembangan yang cukup menggembirakan dalam pelaksanaan program SERGAP di Kabupaten Sumenep. Apalagi, program tersebut menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap agenda besar ketahanan pangan nasional yang terus didorong pemerintah pusat.

Baca Juga :  Achmad Fauzi Menegaskan UHC Memang Program Nasional, Namun Implementasinya Perlu Kebijakan Kepala Daerah

Chainur Rasyid menambahkan, meningkatnya minat petani menjual gabah ke Bulog tidak lepas dari harga pembelian yang dinilai cukup menguntungkan. Saat ini, Bulog membeli gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram, sehingga memberi nilai jual yang layak bagi petani.

“Alhamdulillah, dengan harga yang bagus dari Bulog sebesar Rp6.500 per kilogram, petani senang menjual gabahnya,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, selama ini sebagian petani di Kabupaten Sumenep lebih memilih menyimpan gabah hasil panen di rumah untuk kebutuhan sehari-hari. Namun kini, dengan harga yang dinilai baik, mulai terjadi perubahan pola pikir di kalangan petani untuk menjual hasil panennya secara langsung.

“Sebelumnya petani Sumenep lebih senang menyimpan gabahnya untuk kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Pelaksanaan program SERGAP di Kabupaten Sumenep dilakukan melalui sinergi antara Bulog, DKPP Sumenep, dan para penyuluh pertanian. Di lapangan, tim juga melakukan penjemputan gabah langsung ke lokasi sawah menggunakan mobil truk setiap hari, sehingga petani lebih mudah menyalurkan hasil panennya.

Baca Juga :  Kepala Bappeda Sumenep Hadiri Kongres VI BEM Sumenep 

Sistem jemput gabah tersebut dinilai efektif dalam mempercepat penyerapan hasil panen sekaligus memberikan pelayanan langsung kepada petani. Dengan potensi panen yang masih besar setelah Lebaran, DKPP Sumenep optimistis target 600 ton pada tahun 2026 dapat tercapai.

Melalui program SERGAP ini, Kabupaten Sumenep dinilai turut mengambil peran strategis dalam memperkuat sektor pertanian daerah sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. (adi/red)**