Bertajuk Ekonome Kreatif Berbasis Lingkungan, Yayasan Sataretanan Adakan Pertemuan Rutin Bulanan

- Redaksi

Rabu, 11 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Dapurpos.Com Pertemuan rutin Yayasan SATARETANAN SUMENEP BERDAYA bulan ini mengambil tema “Ekonomi Kreatif Berbasis Lingkungan”. Materi ini diulas oleh pengusaha muda asal Kabupaten Malang Jawa Timur yang sukses menjadi pengusaha kaliber Nasional yaitu H.M. Yunandi.

Dunia usaha dan penguatan ekonomi masyarakat seringkali menjadi tema yang kurang mendapatkan tempat dan belum mendapatkan porsi perhatian yang cukup oleh kaum elite bahkan oleh rezim sebuah pemerintahan di Madura. Mereka lebih tertarik kepada kekayaan tetapi mudah abai tentang bagaimana menjadi kaya. Mungkin kita surplus pedagang tetapi minim pengusaha, demikian pandangan Yunandi.

Tuhan telah memberikan karunia tak terhingga berupa kekayaan alam yang ada di sekitar kita. Namun mental kita tidak tertata bahkan mungkin tidak dipersiapkan untuk menyambut anugerah terindah tersebut. Sehingga hampir seluruh masyarakat kita terjebak pada narasi bahwa alam Madura itu gersang, tandus dan miskin. Dan output dari stigma tersebut, banyak warga Madura terutama Sumenep memilih menjadi perantau. Padahal alam telah menyediakan hampir 100% kebutuhan kita. Di daerah ini hanya butuh sedikit sentuhan dan kreatifitas. Lanjut Yunandi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ra Mamak sebagai pembina Yayasan SATARETANAN SUMENEP BERDAYA yang ikut hadir juga menyampaikan bahwa fasilitas dan kemampuan SDA kita (Sumenep) cukup melimpah dibandingkan dengan daerah lain di Madura. Namun kenapa dalam statistik dan status ekonomi wilayah se Jawa-Madura, Sumenep masih menjadi juara III?

Catatan pemerintah tersebut nampaknya berkesesuaian di beberapa hal dalam masyarakat kita. Namun bagaimana realitas itu terjadi secara asimetris? Satu sisi SDA melimpah tetapi di sisi lain, masyarakat banyak yang miskin? Di mana sumber masalahnya? Tanya Ra Mamak.

Kita punya konsep dasar untuk membedah masalah tersebut tetapi itu bukan tugas kita, itu kewajiban pemerintah. Tentu sebagai warga Negara yang baik, kita tidak boleh offside dan tidak boleh menggurui, karena ini merupakan kategori kebijakan yang akan menjadi policy suatu rezim, sambung Ra Mamak.

Acara rutin bulan ini terasa cukup istimewa karena irisan jamaah perempuan hebat Sumenep juga kompak hadir. Tampak pula beberapa tokoh Kiyai (K. Hazmi) dan tokoh-tokoh simpul aktifis Sumenep ikut hadir.

“Banyak irisan sosial di Sumenep memilih bergabung, bermitra dan berteman dengan kita karena flatform yayasan Sataretanan Sumenep Berdaya adalah persaudaraan dan kemanusiaan”, flatform ini akan terus dijadikan dasar dan alasan betapa harmoni sosial itu penting, kata direktur SATARETANAN SUMENEP BERDAYA.

Suasana guyup dan rukun akan menjadi atmosfer ideal untuk membicarakan keadaan sosial Sumenep, masa depan Sumenep dan kekitaan kita sendiri sebagai warga Negara. Demikian Ajimuddin menambahkan.

Forum diskusi ekonomi kreatif ini diajukan sebagai ruang alternatif bagi kondisi terkini menjelang Pilkada. Bagi kami, Masyarakat juga perlu diajak untuk tidak terlena hanya kepada satu issu tentang hajatan politik elektoral yang membara dan seolah ini menjadi akhir kehidupan. Di luar itu ada hajatan riil hidup kita dan sepanjang hidup yaitu ketahanan ekonomi sebagai syarat untuk tetap bisa hidup, beribadah dan bersyukur kepada Sang Pencipta.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru

Berita

PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:01 WIB