cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Diduga Digenjot Oknum Kepala Sekolah, Guru PPPK Hamil 8 Bulan, Dunia Pendidikan Sumenep Memprihatinkan !!!

Sumenep, Dapurpos.com Guru merupakan salah satu profesi yang sangat agung dan mulia. Karena makna yang terkandung di dalamnya merupakan cerminan dari nama tersebut. Dalam istilah lain nama guru punya arti dan makna di gugu lan di tiru, jadi segala tindak tanduk perbuatan dari seorang guru akan selalu di perhatikan, di lihat dan di contoh oleh murid atau anak didiknya.

Masih segar dalam ingatan kita peristiwa yang menimpa pada seorang murid di salah satu sekolah dasar negeri, Kecamatan Kota Sumenep tentang pelecehan yang di lakukan oleh oknum gurunya. Perbuatan ini sungguh tidak bisa di tolerir lagi, dan harus di proses sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini.

Sebagai masyarakat melihat kejadian demi kejadian seperti ini sungguh sangat miris dan menjijikkan. Belum selesai masalah yang pertama kini sudah muncul lagi kasus serupa. Dan kali ini pelakunya seorang oknum guru PPPK dan oknum Kepala Sekolahnya.

Seorang guru PPPK disalah satu SDN di Sumenep sebut saja Bunga yang menyandang status janda diduga dihamili oleh Oknum kepala sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Sumenep sebut saja Kumbang dan bertugas di lingkup yang sama di SDN Wilayah Kabupaten Sumenep. Kamis (16-5-2024).

Baca Juga :  Lonjakan Peserta CKG 2026, Ribuan Warga Sumenep Antusias Cek Kesehatan Gratis

Atas kehamilan Bunga yang merupakan oknum guru PPPK tersebut, saat ini masyarakat Kota Keris di buat heboh dan gempar. Sebab, perbuatan Kumbang dan Bunga tersebut dinilai telah menciderai dunia pendidikan di Kabupaten Sumenep.

Sumber informasi yang di peroleh media Dapurpos dan bisa di percaya, Kumbang dan Bunga sebelumnya merupakan atasan langsung dan bawahannya. Dimana Kumbang menjabat sebagai kepala sekolah di tempat Bunga mengajar. Di tengarai keduanya terlibat kisah cinta dan menjalin asmara terlarang. Sebab, si Kumbang oknum kepala SDN tersebut ditengarai sudah mempunyai keluarga/istri sah.

“Terungkapnya skandal cinta terlarang antara si Kumbang yang merupakan oknum kepala sekolah dan si Bunga sebagai guru PPPK setelah keluarga Bunga melihat perubahan bentuk tubuh yakni perut Bunga semakin hari makin membesar alias hamil, dan di duga usia kandungan si Bunga saat ini sudah 8 bulan” ujar inisial H yang merupakan tetangga dari Bunga. 

Selanjutnya H menambahkan, si Bunga oknum guru PPPK tersebut diintrogasi oleh keluarganya, dan yang bersangkutan mengaku kalau dirinya tengah hamil dan yang menghamilinya tidak lain adalah si Kumbang yang merupakan kepala sekolah ditempatnya dia bekerja.

“Singkat cerita, keluarga dari si Bunga, menuntut pertanggung jawaban dari si Kumbang oknum kepala SDN tersebut. Namun apalah daya kalau si Kumbang oknum kepala SDN yang diduga telah menghamili Bunga sudah berkeluarga, menurut Informasi, saat ini Bunga dinikahi secara sirih oleh si Kumbang” ucapnya.

Menurut penyampaian nara sumber berita ini, seharusnya kepala Dinas Pendidikan Sumenep menindak tegas dengan mencopot Si Kumbang sebagai kepala SDN di Sumenep. Karena menurutnya, yang bersangkutan telah mencoreng marwah pendidikan di Sumenep.

“Harusnya yang bersangkutan itu sudah dicopot jadi kepala sekolah mas. Bukan hanya dimutasi ke SDN yang lain,” jelasnya.

Sementara sampai berita ini dinaikkan, belum ada keterangan secara resmi dari si Kumbang dan Bunga. Karena sampai detik ini pewarta belum mempunyai akses untuk melakukan upaya konfirmasi kepada yang bersangkutan.

Baca Juga :  Gapoktandes Sumber Prima Manfaatkan Teknologi dalam Budidaya Melon Berkat Bantuan Screenhouse Pemerintah

Selain itu, pewarta telah mencoba mendatangi Kepala Dinas Pendidikan Sumenep untuk meminta tanggapan soal dugaan perselingkuhan oknum Kepala SDN dan Guru PPK tersebut. Namun sayang upaya dari pewarta tidak membuahkan hasil, sebab Kepala Dinas Pendidikan Sumenep sedang tidak ada di tempat.

Kami berharap kepada Bapak Bupati Sumenep agar lebih mementingkan dan memperhatikan untuk selalu melakukan pengawasan melekat terhadap para aparaturnya.