DKP2KB Sumenep Genjot ORI Campak Rubela, Hari Kedelapan Capaian 49,2 Persen

- Redaksi

Rabu, 3 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, DAPURPOS.COM – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Sumenep melalui 26 Puskesmas terus melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubela. Memasuki hari kedelapan kegiatan imunisasi, capaian sementara tercatat hampir menyentuh 50 persen.

Kepala DKP2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes, mengungkapkan bahwa dari total sasaran sebanyak 73.969 anak, hingga Selasa (2/9/2025) pukul 16.00 WIB sudah 36.404 anak yang diimunisasi, atau setara dengan 49,2 persen.

“Untuk sasaran usia 9–12 bulan, dari 3.404 anak baru 1.058 anak diimunisasi dengan cakupan 31 persen. Usia 12–47 bulan, dari 31.237 anak sudah 9.258 anak atau 29,6 persen. Usia 4–6 tahun, dari 26.308 anak sudah 16.985 anak atau 64,6 persen. Sedangkan usia 7 tahun, dari 13.020 anak sudah 9.103 anak atau 69,9 persen,” jelas Ellya, Rabu (3/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari data sementara, capaian tertinggi diraih Puskesmas Giligenting. Dari sasaran 1.565 anak, tercatat sebanyak 1.348 anak telah diimunisasi dengan cakupan 86,1 persen. Sebaliknya, capaian terendah ada di Puskesmas Dungkek, dari 2.362 sasaran baru 294 anak yang diimunisasi atau 12,4 persen.

Ellya mengapresiasi capaian Puskesmas Giligenting yang sudah melampaui 80 persen. Ia menekankan agar seluruh Puskesmas terus mengintensifkan imunisasi dengan melibatkan berbagai pihak.

“Dalam upaya memutus rantai penularan campak di Kabupaten Sumenep, kami akui perlu keterlibatan semua elemen. Koordinasi lintas sektor di kecamatan maupun desa sangat penting, agar masyarakat semakin memahami urgensi imunisasi campak rubela,” tegasnya.

Dengan capaian yang terus meningkat, DKP2KB Sumenep optimistis target imunisasi dapat tercapai, sehingga perlindungan kesehatan anak-anak di Kabupaten Sumenep semakin kuat.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru