Pengaspalan di Atas Jembatan Penghubung Mandala-Pakondang Dilakukan di Masa Pemeliharaan, Warga Pertanyakan Transparansi

- Redaksi

Kamis, 10 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, DAPURPOS.COM — Proyek pengaspalan di atas jembatan penghubung antara Desa Mandala dan Pakondang Kecamatan Rubaru menuai sorotan publik. Pasalnya, pengaspalan tersebut dilakukan dalam masa pemeliharaan rutin, namun anggaran pembangunan jembatan penghubung dua desa tersebut disebut mencapai angka fantastis, yakni Rp2,4 miliar.

Dugaan publik pun bermunculan. Banyak warga mempertanyakan mengapa pengaspalan bisa dilakukan pada masa pemeliharaan rutin dengan anggaran sebesar itu. Mereka juga menyayangkan tidak adanya papan prasasti yang mencantumkan nama pelaksana serta jumlah anggaran yang digunakan, yang seharusnya menjadi bagian dari keterbukaan informasi publik.

Menanggapi hal tersebut,Salamet Supriyadi,ST, M.Si, Kepala Bidang Binamarga PUTR Kabupaten Sumenep memberikan penjelasan bahwa pengaspalan memang dilakukan dalam masa pemeliharaan karena terbatasnya dana yang tersedia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jumlah dana terbatas, sehingga pengaspalan dilakukan pada masa pemeliharaan rutin. Panjang pengaspalan 8,8 meter dengan lebar 6 meter,” jelasnya.(09/04/25) 

Ia juga menambahkan bahwa jembatan tersebut sebenarnya ditangani oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), sementara pihak PUTR Sumenep hanya berperan dalam pengusulan dan perencanaan.

“Untuk anggaran pemeliharaan tersebut memang belum kami SPJ-kan. Monggo, minggu depan bisa datang ke kantor untuk melihat lebih lanjut,” ujarnya.

Meski begitu, warga tetap berharap adanya transparansi dari pihak terkait, terutama terkait papan prasasti . Hal ini dianggap penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur di daerah.

Media Dapurpos.com mencoba mendalami Informasi tentang prsasti kepada warga sekitar jembatan mereka memberikan keterangan bahwa,

“seingat saya pak selesai pekerjaan prasasti belum ada, barusan yang terpasang “, jelas warga yang tidak mau disebut namanya.

(jar/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru

Berita

PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:01 WIB