cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Petani Rubaru Keluhkan Ketidakpastian Harga Tembakau, Pemerhati Minta Pemerintah Turun Tangan

Sumenep,Dapurpos.com – Musim tanam tembakau tahun ini kembali menyisakan keresahan bagi petani di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep. Salah satunya, Ahmad, petani tembakau asal Rubaru, mengeluhkan belum adanya kejelasan harga dari pihak pabrik meski masa panen semakin dekat.

“Cuaca tidak menentu, bibit tembakau saja sudah mahal, sementara harga dari pabrik belum juga dibuka. Bantuan bibit pun sering tidak tepat sasaran dan terlambat,” ujar Ahmad dengan nada kecewa, Sabtu (16/8)

Kondisi ini membuat para petani semakin khawatir akan nasib hasil panennya. Apalagi, menurut Ahmad, pengalaman tahun-tahun sebelumnya sering kali membuat petani merugi akibat harga tembakau yang anjlok ketika musim panen tiba.

Baca Juga :  Bupati Sumenep: Petani Sejahtera, Ekonomi Daerah Akan Maju

Menanggapi keluhan tersebut, Adi, pemerhati pertanian asal Sumenep, meminta pemerintah daerah hingga pusat agar serius mengawal harga tembakau. Menurutnya, keberadaan petani tembakau di Madura harus mendapat perlindungan yang nyata agar tidak kembali menjadi korban permainan harga.

“Jangan biarkan tembakau luar Madura masuk seenaknya ketika panen. Pemerintah harus hadir mengawal harga, jangan sampai petani rugi lagi seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegas Adi.

Ia juga menekankan pentingnya regulasi yang berpihak pada petani, mulai dari distribusi bibit, penanganan pascapanen, hingga pengawasan perdagangan tembakau. Dengan begitu, jerih payah petani tembakau di Sumenep, khususnya Rubaru, dapat memberikan hasil yang layak bagi kesejahteraan mereka.