Petani Rubaru Keluhkan Ketidakpastian Harga Tembakau, Pemerhati Minta Pemerintah Turun Tangan

- Redaksi

Sabtu, 16 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep,Dapurpos.com – Musim tanam tembakau tahun ini kembali menyisakan keresahan bagi petani di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep. Salah satunya, Ahmad, petani tembakau asal Rubaru, mengeluhkan belum adanya kejelasan harga dari pihak pabrik meski masa panen semakin dekat.

“Cuaca tidak menentu, bibit tembakau saja sudah mahal, sementara harga dari pabrik belum juga dibuka. Bantuan bibit pun sering tidak tepat sasaran dan terlambat,” ujar Ahmad dengan nada kecewa, Sabtu (16/8)

Kondisi ini membuat para petani semakin khawatir akan nasib hasil panennya. Apalagi, menurut Ahmad, pengalaman tahun-tahun sebelumnya sering kali membuat petani merugi akibat harga tembakau yang anjlok ketika musim panen tiba.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi keluhan tersebut, Adi, pemerhati pertanian asal Sumenep, meminta pemerintah daerah hingga pusat agar serius mengawal harga tembakau. Menurutnya, keberadaan petani tembakau di Madura harus mendapat perlindungan yang nyata agar tidak kembali menjadi korban permainan harga.

“Jangan biarkan tembakau luar Madura masuk seenaknya ketika panen. Pemerintah harus hadir mengawal harga, jangan sampai petani rugi lagi seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegas Adi.

Ia juga menekankan pentingnya regulasi yang berpihak pada petani, mulai dari distribusi bibit, penanganan pascapanen, hingga pengawasan perdagangan tembakau. Dengan begitu, jerih payah petani tembakau di Sumenep, khususnya Rubaru, dapat memberikan hasil yang layak bagi kesejahteraan mereka.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru