cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Siswa SDN Panaongan III Tampil Memukau di Acara IDOLA RRI Sumenep Sulaiman Bawakan Tembang Maskumambang Pelok, Angkat Sosok Ki Hadjar Dewantara

Oplus_131072

SUMENEP, DAPURPOS.COM (4 Mei 2025) – Momentum Hari Pendidikan Nasional 2025 dimanfaatkan dengan sangat baik oleh LPP RRI Sumenep melalui program unggulan mereka, IDOLA (Indonesia Layak Anak). Dalam edisi khusus yang tayang Minggu, 4 Mei 2025, sebanyak 13 sekolah dasar diundang untuk menampilkan kreativitas terbaik mereka dalam bentuk seni, budaya, dan literasi. Salah satu penampilan yang menyita perhatian datang dari Sulaiman, siswa berbakat dari SDN Panaongan III, yang membawakan tembang tradisional Maskumambang Pelok.

Tembang ini bukan sekadar penampilan seni biasa. Maskumambang Pelok merupakan bagian dari Macapat, karya sastra Jawa kuno yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Dalam penampilannya, Sulaiman secara khusus mengangkat tema perjalanan dan perjuangan Ki Hadjar Dewantara, tokoh pendidikan nasional Indonesia yang dikenal sebagai pendiri Taman Siswa—lembaga pendidikan rakyat yang revolusioner di zamannya.

Dengan suara yang lantang namun lembut, penuh penghayatan dan intonasi yang tepat, Sulaiman berhasil menyampaikan pesan moral dan historis dari tembang tersebut. Ia tidak hanya menyanyikan, tetapi menjiwai isi dan makna lirik, sehingga membuat suasana studio RRI menjadi hening dan khidmat. Tak heran bila setelah penampilannya, tepuk tangan meriah dari para penonton langsung menggema, disusul pujian dari para pembawa acara dan narasumber yang hadir.

Baca Juga :  GTAM Jatim 1.2 Sumenep Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-44 Untuk Area Manager Mudhar Farady

Dalam wawancara singkat di sela acara, Sulaiman mengaku senang bisa tampil mewakili sekolahnya.

“Saya senang bisa memperkenalkan budaya tradisional sekaligus menghormati perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Ini pertama kalinya saya tampil di RRI, rasanya campur aduk tapi sangat bangga,” ujarnya polos.

Rombongan SDN Panaongan III yang hadir langsung di studio RRI terdiri dari Kepala Sekolah Bapak Agus Sugianto, S.Pd, serta para guru pendamping yakni Bapak Kristian Elvandana, S.Pd, Bapak Imanur Maulid Efendi, A.Ma.Pd, dan Bapak Abdul Wasik, S.Ud. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan penuh terhadap pengembangan potensi siswa di luar kelas.

Dalam pernyataannya, Kepala Sekolah Agus Sugianto, S.Pd menyampaikan apresiasi dan harapannya agar pengalaman ini menjadi motivasi bagi siswa lain.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tapi juga mengenal dan mencintai budaya bangsa. Penampilan Sulaiman adalah bukti bahwa anak-anak di desa juga bisa berprestasi dan tampil di panggung bergengsi. Kami sangat bangga,” ungkapnya.

Program IDOLA yang diselenggarakan RRI Sumenep telah menjadi ruang ekspresi yang sangat berarti bagi pelajar di daerah. Dengan menghadirkan tema-tema aktual seperti Hari Pendidikan Nasional, acara ini tidak hanya menampilkan kreativitas siswa, tapi juga menanamkan nilai-nilai luhur kebangsaan, kebudayaan, dan pendidikan karakter.

Baca Juga :  Lewat PAC PDIP Kota, Said Abdullah Bantu Komunitas Tunanetra ITMI Sumenep

Acara yang berdurasi kurang lebih dari satu jam ini ditayangkan secara langsung melalui gelombang RRI Sumenep dan juga disiarkan ulang melalui kanal digital mereka. Sejumlah tokoh pendidikan dan pegiat seni budaya lokal turut menyampaikan apresiasinya terhadap penampilan para siswa, termasuk dari SDN Panaongan III.

Penampilan Sulaiman dianggap berhasil mengangkat kembali nilai-nilai filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, yang relevan hingga hari ini: pendidikan harus membebaskan, memerdekakan, dan membentuk manusia seutuhnya. Pesan tersebut selaras dengan isi tembang Maskumambang, yang secara simbolik menggambarkan masa awal kehidupan manusia dan pentingnya arah dan bimbingan dari lingkungan sekitar.

Dengan penampilan ini, SDN Panaongan III menunjukkan komitmennya dalam mendidik siswa tidak hanya melalui pelajaran akademis, tetapi juga melalui penguatan budaya, karakter, dan jati diri bangsa. Diharapkan ke depan akan lebih banyak siswa yang berani tampil dan membawa nama baik sekolah serta daerah mereka ke kancah yang lebih luas. (red)**