Dasar Hukum Dipertanyakan, Seleksi Sekda Sumenep Terancam Cacat Administrasi

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPURPOS.COM, Sumenep — Proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep kini berada di bawah sorotan tajam publik. Polemik pencantuman Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Nomor 10 Tahun 2023 tentang batas usia pengangkatan Sekda dinilai menyimpan persoalan serius yang berpotensi menyeret proses seleksi ke ranah cacat administrasi.

Investigasi awal menunjukkan bahwa sejak tahapan awal seleksi, penggunaan surat edaran sebagai dasar pembatasan usia telah menuai keberatan. Pasalnya, secara hukum, surat edaran tidak memiliki kekuatan mengikat sebagaimana peraturan perundang-undangan. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 secara tegas tidak menempatkan surat edaran dalam hierarki regulasi negara, sehingga penerapannya untuk membatasi hak peserta seleksi dinilai problematik.

Lebih jauh, polemik tidak berhenti pada aspek formil. Penelusuran terhadap substansi SE MenPAN-RB Nomor 10 Tahun 2023 mengungkap fakta bahwa regulasi tersebut masih mencantumkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara sebagai dasar pertimbangan. Padahal, undang-undang tersebut telah resmi dicabut dan digantikan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Artinya, terdapat rujukan hukum yang secara yuridis sudah tidak berlaku namun tetap dijadikan pijakan kebijakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan ini memantik pertanyaan publik mengenai kehati-hatian Panitia Seleksi JPT Pratama Sekda Sumenep dalam menyusun dasar hukum seleksi. Dalam forum audiensi dan klarifikasi, peserta secara eksplisit mempertanyakan status keberlakuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tersebut. Apakah masih sah dijadikan rujukan, atau justru telah gugur secara hukum seiring berlakunya undang-undang baru.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pertanyaan krusial tersebut tidak dijawab secara substantif oleh Ketua Panitia Seleksi. Ketidakmampuan atau keengganan memberikan penjelasan hukum yang tegas dalam forum resmi justru memperkuat dugaan adanya kelemahan serius dalam perumusan regulasi teknis seleksi.

Sejumlah pihak menilai, jika persoalan ini dibiarkan tanpa klarifikasi terbuka dan koreksi hukum yang memadai, maka seluruh tahapan seleksi berisiko digugat. Bukan hanya dari sisi regulasi, tetapi juga dari aspek prinsip sistem merit, transparansi, dan kepastian hukum yang seharusnya menjadi fondasi utama pengisian jabatan strategis aparatur sipil negara.

Publik kini menunggu langkah korektif dari pihak berwenang. Tanpa evaluasi menyeluruh terhadap dasar hukum seleksi, proses penentuan Sekda Sumenep dikhawatirkan tidak hanya menyisakan polemik, tetapi juga membuka ruang konflik hukum di kemudian hari.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru