Forum Seminar dan FGD Bentuk Upaya Bappeda Sumenep Dalam Mengatasi Angka Kemiskinan

- Editorial Team

Sabtu, 3 Agustus 2024 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, dapurpos.com/ – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep menggelar Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) kemiskinan yang ditempatkan di ruang rapat Potre Koneng, Bappeda Sumenep, Jawa Timur.

Hadir dalam Seminar dan FGD yang dilaksanakan selama 2 hari tersebut sejak 1-2 Agustus 2024 tersebut, Prof. Dr. Bagong Suyanto Guru Besar Fisip Unair, Joko santoso, S.E.,M.Si Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Rahadi Direktur Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan / LPTP Surakarta.

Baca Juga:  Fraksi DPRD Sumenep Berikan Jawaban atas Pemaparan Bupati Terkait Raperda Pendidikan Wawasan Kebangsaan

Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., kepala Bappeda Kabupaten Sumenep dalam sambutannya menyampaikan, tujuan dilaksanakannya Seminar & FGD, untuk membuka wawasan dan persamaan persepsuplatform tentang kemiskinan secara konseptual, serta indikator yang terukur dan fakta di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Serta pemetaan ragam model kemiskinan, Platform satu data kemiskinan dan program penanggulangan kemiskinan. Skema evaluasi, monitoring dan dampak program penanggulangan kemiskinan dan merancang inovasi bentuk, model/pola penanggulangan kemiskinan,” ujar Arif Firmanto. Kamis 01 Agustus 2024

Selain itu ia juga menyampaikan, dilaksanakannya Seminar dan FGD oleh Bappeda kabupaten sumenep, merupakan bentuk keseriusan pemerintah kabupaten sumenep, dalam rangka upaya mengentaskan kemiskinan di kabupaten sumenep.

“Dalam kesempatan ini ingin kami laporkan bahwa, peserta kegiatan Seminar dan FGD di kabupaten sumenep ini diikuti oleh 31 orang,” tambahnya

Mereka berasal yang dari Tata Kelola Pelayanan dan Penunjang (TKPK) 1 orang, perangkat daerah di lingkungan pemerintah kabupaten sumenep 12 orang, Instansi vertikal (BPS) 1 orang. Tenaga ahli Bupati Sumenep sebanyak 6 orang, 2 orang dari universitas Wiraraja dan Universitas Bahaudin masing-masing 1 Orang.

“Dalam kegiatan ini, kami juga melibatkan Pondok Pesantren, Organisasi kemasyarakatan PMII, HMI, GMNI, IMM, LSM, Pengurus Daerah Muhammadiyah Sumenep. LKPSDM NU Sumenep, Baznas sumenep dan Muslimat Sumenep,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkades Sumenep 2027: E-Voting Diusulkan untuk Daratan, Kepulauan Tetap Manual
Banjir Informasi Digital, Bupati Sumenep Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terpengaruh
Krisis Air Bersih Melanda Langsar, Baznas Jatim-Sumenep Salurkan Bantuan
Wabup Sumenep Tegas! Kepala Sekolah Tak Cukup Urus Administrasi, Mutu Pendidikan Harus Jadi Prioritas
Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG
Kasus BBM Seret Anggota Polairud, JSP Desak Kejari Sumenep Buka Proses Hukum
Pilkades 2027 Sumenep: 246 Desa Disiapkan, E-Voting dan Manual Bakal Diterapkan
Sembilan Bulan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar Menunggak, DPMD Sumenep Ancam Langkah Hukum
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Pilkades Sumenep 2027: E-Voting Diusulkan untuk Daratan, Kepulauan Tetap Manual

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Banjir Informasi Digital, Bupati Sumenep Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terpengaruh

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Krisis Air Bersih Melanda Langsar, Baznas Jatim-Sumenep Salurkan Bantuan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Wabup Sumenep Tegas! Kepala Sekolah Tak Cukup Urus Administrasi, Mutu Pendidikan Harus Jadi Prioritas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG

Berita Terbaru