Madura Night Vaganza 2024 Stand Berbayar, Sebagian Peserta Mengeluh

- Editorial Team

Jumat, 6 September 2024 - 22:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP,dapurpos.com/. – Pameran Pembangunan yang dikemas Madura Night Vaganza 2024, yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Sumenep diduga menjadi ajang mengeruk keuntungan pribadi pihak panitia dan kroni-kroninya.

Tak tanggung-tanggung, pihak panitia mematok harga 1,5 juta per stand untuk peserta, sedangkan untuk pelaku UMKM dipatok harga 850 ribu. Padahal pihak Pemkab Sumenep sudah menggelontorkan dana sebesar 200 juta, belum lagi dari pihak sponsor yang sudah ikut serta untuk mensukseskan acara tersebut.

Baca Juga:  Kelurahan Bangselok Kembali Gelar Kegiatan JJS Berhadiah Jutaan Rupiah Dalam Rangka Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 79

Tidak hanya persoalan tenda berbayar, pihak penyelenggara juga memungut uang pendaftaran sebesar 300 ribu pada festival atau parade batik yang juga merupakan bagian dari rangkaian Madura Night Vaganza 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Iya mas kita bayar sebesar 1,5 juta per stand, itu ada surat edarannya, kita juga dibebankan uang pendaftaran festival batik,” ungkap salah satu peserta yang mengaku sebagai Camat pada media yang tergabung dalam organisasi AWDI

Kabar mengenai sewa stand hingga 1,5 juta rupiah itu dibenarkan oleh EO event Madura Night Vaganza, Sugeng.

“Iya benar pendaftarannya untuk yang OPD dan Kecamatan itu 1,5 juta per tenda, ” kata Sugeng saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya oleh wartawan kanalnews.id. Kamis malam (05/6/2024).

Namun sayang ketika ditanya, apakah harga 1,5 juta itu juga berlaku untuk stand UMKM, Sugeng mengaku tidak tahu. Bahkan dirinya juga mengaku tidak tahu siapa yang mengkordiner stand khusus UMKM.

“Kalau yang UMKM saya tidak tahu berapa pendaftaran atau sewa tendanya. Saya hanya bertanggungjawab yang OPD kalau yang UMKM tidak tahu, ” akunya.

Lantas siapakah yang mengkoordinir stand khusus UMKM dengan nominal sebesar 850 ribu tersebut?, Dapurpos dalam penelusuran lanjutan.

Baca Juga:  Bapenda Sumenep Gencar Sosialisasikan SPPT PBB-P2 2024 dan DHKP Tahun 2024 Untuk Menambah PAD
Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkades Sumenep 2027: E-Voting Diusulkan untuk Daratan, Kepulauan Tetap Manual
Banjir Informasi Digital, Bupati Sumenep Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terpengaruh
Krisis Air Bersih Melanda Langsar, Baznas Jatim-Sumenep Salurkan Bantuan
Wabup Sumenep Tegas! Kepala Sekolah Tak Cukup Urus Administrasi, Mutu Pendidikan Harus Jadi Prioritas
Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG
Kasus BBM Seret Anggota Polairud, JSP Desak Kejari Sumenep Buka Proses Hukum
Pilkades 2027 Sumenep: 246 Desa Disiapkan, E-Voting dan Manual Bakal Diterapkan
Sembilan Bulan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar Menunggak, DPMD Sumenep Ancam Langkah Hukum
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Pilkades Sumenep 2027: E-Voting Diusulkan untuk Daratan, Kepulauan Tetap Manual

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Banjir Informasi Digital, Bupati Sumenep Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terpengaruh

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Krisis Air Bersih Melanda Langsar, Baznas Jatim-Sumenep Salurkan Bantuan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Wabup Sumenep Tegas! Kepala Sekolah Tak Cukup Urus Administrasi, Mutu Pendidikan Harus Jadi Prioritas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG

Berita Terbaru