Bupati Sumenep Optimistis Penetapan Harga Tembakau 2025 Perkuat Daya Tawar Petani

- Editorial Team

Rabu, 13 Agustus 2025 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep,Dapurpos.com – Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, menyatakan optimis bahwa penetapan Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) 2025 akan menjadi penopang utama kesejahteraan petani di tengah dinamika pasar yang kerap berubah.

Menurut Bupati Fauzi, kebijakan TIHT yang ditetapkan lebih awal bukan hanya acuan harga, tetapi juga langkah strategis pemerintah untuk memastikan petani memperoleh keuntungan wajar dari hasil panennya.

“TIHT ini adalah bentuk perlindungan. Kami ingin petani punya pegangan harga sehingga terhindar dari kerugian akibat fluktuasi pasar. Dengan pasokan yang diperkirakan menurun, kami optimistis harga jual bisa melampaui titik impas,” ujarnya usai rapat koordinasi lintas sektor di Sumenep, Senin (11/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati menjelaskan, cuaca yang tidak menentu sejak awal tahun telah memengaruhi pola tanam dan produksi tembakau di sejumlah sentra. Kondisi ini, lanjutnya, membuka peluang kenaikan harga jual yang lebih menguntungkan petani.

Baca Juga:  Harhubnas ke-55, KSOP Kalianget Pasang Harga Mati Keselamatan Pelayaran

Adapun TIHT 2025 ditetapkan sebagai berikut :

Tembakau Gunung: Rp 67.929/kg

Tembakau Tegal: Rp 63.117/kg

Tembakau Sawah: Rp 46.142/kg

Di sisi lain, Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok (PR) Kabupaten Sumenep, H. Sofwan Wahyudi atau H. Udik, juga menyambut baik kebijakan tersebut. Ia menilai penetapan lebih awal memberi kepastian bagi industri rokok lokal dalam merencanakan pembelian bahan baku.

“Kalau harga wajar dan stabil, kualitas tembakau akan meningkat, dan produk rokok lokal pun bisa bersaing,” ujarnya.

Pemkab Sumenep berharap sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku industri tembakau terus terjaga, sehingga penetapan TIHT dapat benar-benar menjadi instrumen penguat ekonomi perdesaan.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Apresiasi Kunjungan Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan ke RSUD dr. H. Moh. Anwar
Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkades Sumenep 2027: E-Voting Diusulkan untuk Daratan, Kepulauan Tetap Manual
Banjir Informasi Digital, Bupati Sumenep Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terpengaruh
Krisis Air Bersih Melanda Langsar, Baznas Jatim-Sumenep Salurkan Bantuan
Wabup Sumenep Tegas! Kepala Sekolah Tak Cukup Urus Administrasi, Mutu Pendidikan Harus Jadi Prioritas
Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG
Kasus BBM Seret Anggota Polairud, JSP Desak Kejari Sumenep Buka Proses Hukum
Pilkades 2027 Sumenep: 246 Desa Disiapkan, E-Voting dan Manual Bakal Diterapkan
Sembilan Bulan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar Menunggak, DPMD Sumenep Ancam Langkah Hukum
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Pilkades Sumenep 2027: E-Voting Diusulkan untuk Daratan, Kepulauan Tetap Manual

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Banjir Informasi Digital, Bupati Sumenep Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terpengaruh

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Krisis Air Bersih Melanda Langsar, Baznas Jatim-Sumenep Salurkan Bantuan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Wabup Sumenep Tegas! Kepala Sekolah Tak Cukup Urus Administrasi, Mutu Pendidikan Harus Jadi Prioritas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG

Berita Terbaru