Petani Guluk-Guluk Sukses Panen Padi IP 300 Varietas Mapan 05, Hasil Melimpah

- Editorial Team

Kamis, 6 November 2025 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, DapurPos.com – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Konstratani Kecamatan Guluk-Guluk sukses melaksanakan panen perdana padi Indeks Pertanaman (IP) 300 varietas padi Hibrida di lahan Kelompok Tani Bumi Makmur Payudan, Dusun Daleman, Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-Guluk, Kamis (6/11/2025).

Koordinator BPP Guluk-Guluk, Wawan Kurniawan, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan panen pada hari ini Menurutnya, panen dilakukan di lahan seluas 0,5 hektare dengan produktivitas mencapai 8,2 ton per hektare.

“Alhamdulillah pada hari ini BPP Konstratani Kecamatan Guluk-Guluk mengadakan panen padi IP300 varietas Hibrida di Kelompok Tani Bumi Makmur Payudan, Dusun Daleman. Dengan luasan 0,5 hektare, produktivitas mencapai 8,2 ton per hektare. Hasil ini sangat memuaskan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wawan menjelaskan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa IP300 memiliki potensi besar untuk dikembangkan di wilayah Guluk-Guluk. Karena itu, ia mengimbau para petani untuk meningkatkan indeks pertanaman padi agar lebih produktif sesuai target dari pemerintah untuk Swasembada Pangan terutama tanaman padi.

“Yang biasanya menanam satu kali agar bisa dua kali, dan yang dua kali supaya bisa tiga kali tanam dalam setahun. Hasil uji coba hari ini sangat menggembirakan dan membuktikan bahwa IP300 dapat berhasil dengan baik di sini,” katanya.

Ia menambahkan, hasil panen kali ini menunjukkan bahwa kekhawatiran petani terhadap serangan hama tidak terbukti. Tanaman tumbuh dengan baik dan kondisi lahan sangat mendukung.

“Yang selama ini ditakutkan para petani adalah hama burung dan tikus. Namun Alhamdulillah, tanaman tumbuh bagus, hama tikus hampir tidak ada, dan burung juga tidak masuk ke lahan. Panen pun berjalan maksimal,” jelasnya.

Dari hasil pengamatan lapangan, hasil padi Hibrida varietas Mapan hari ini memiliki rata-rata 20 anakan, 11 malai per anakan, dengan sekitar 124 bulir per malai. Sementara jumlah rumpun per petak 6,25 meter persegi mencapai 139 rumpun, dengan produktivitas sekitar 8,2 ton per hektare.

Baca Juga:  Pabrik Rokok Lokal Dukung Perekonomian Petani Tembakau Madura

Lebih lanjut, Wawan mengungkapkan, keberhasilan IP300 di Desa Payudan Daleman juga didukung oleh kualitas tanah yang subur dan ketersediaan air yang melimpah.

“Di Desa Payudan Daleman ini, tanahnya bagus dan airnya cukup melimpah. Karena itu, kami mengimbau kelompok tani melalui Gapoktan Desa Payudan Daleman untuk memanfaatkan kondisi ini secara optimal agar hasil padi meningkat di tahun depan,” tutur Wawan.

Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan besar dalam peningkatan IP300, terutama karena sebagian petani lebih memilih menanam tembakau pada musim kemarau.

“Tantangan terbesar bagi kami selaku penyuluh adalah kebiasaan petani pada saat musim kemarau menanam tembakau, karena hasilnya cepat dan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka bilang, ‘namen bhekoh tiga ebuh coklak bisa sama dengan tanam padi sepuluh ebuh coklak’. Ini tantangan berat, apalagi kalau tanam padi di musim kemarau yang rawan hama tikus dan burung, ditambah lagi ketersediaan  air yg memang masih kurang” ungkapnya.

Meski begitu, Wawan tetap optimistis IP300 akan terus berkembang di Kecamatan Guluk-Guluk pada tahun-tahun mendatang.

“Ini panen IP300 pertama yang kami lakukan secara langsung. Semoga tahun depan luasannya bisa meningkat lagi melalui sosialisasi dan himbauan kepada petani-petani lainnya di Kecamatan Guluk-Guluk,” pungkasnya. (red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Berita Terbaru