Wali Murid MTsN 2 Sumenep Protes Paket Menu Siswa, Tagih Pengawasan dan Janji Pemerintah

- Editorial Team

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPURPOS.COM, SUMENEP — Sejumlah wali murid di MTsN 2 Sumenep mengeluhkan paket makanan yang diberikan kepada siswa selama masa bulan puasa dan libur sekolah. Keluhan muncul setelah menu yang seharusnya diberikan selama dua hari dirapel menjadi satu kali pembagian.

Program tersebut diketahui merupakan bagian dari program pemerintah yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa-siswi di sekolah. Namun dalam pelaksanaannya di lapangan, sejumlah wali murid menilai masih terdapat hal-hal yang perlu diperjelas.

Salah satu wali murid, Hadi, mempertanyakan kelayakan dan perhitungan menu yang diterima siswa. Berdasarkan paket yang diterima, siswa hanya mendapatkan satu buah apel, dua kotak susu cokelat, dua kue kecil, serta satu roti dalam kotak.

Foto : Jatah Menu MBG selama 2 Hari yang diterima Siswa MTsn 2 Sumenep.

“Apakah memang hanya segitu menunya, atau ada kekeliruan dalam perhitungan daftar menu yang seharusnya diberikan kepada siswa?” ujar Hadi, Sabtu (8/3/2026).

Ia menjelaskan, selama bulan puasa dan masa liburan sekolah, menu tersebut diserahkan kepada siswa dalam satu paket yang disebut sebagai pengganti distribusi harian. Namun menurutnya, jumlah dan variasi makanan yang diterima dinilai kurang jelas jika dibandingkan dengan menu yang dijanjikan sebelumnya.

Para wali murid juga mempertanyakan kinerja tim yang bertanggung jawab dalam program tersebut. Mereka menilai seharusnya ada pengawasan yang ketat agar menu yang diberikan kepada siswa sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

“Ke mana kerja Satgas MBG? Ke mana pula peran Tim Pengawasan Mutu dan Kesehatan atau keamanan pangan? Ini perlu dijelaskan kepada masyarakat,” tambahnya.

Hadi juga menegaskan bahwa program tersebut memiliki tujuan baik untuk membantu para siswa. Namun ia mengingatkan agar program pemerintah tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu.

“Ini program dari Prabowo Subianto untuk membantu siswa-siswi. Jangan sampai hanya dijadikan lahan untuk memperoleh keuntungan besar demi kepentingan pribadi semata,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menilai pihak sekolah sebenarnya memiliki kewenangan untuk memberikan masukan bahkan menolak daftar menu apabila dinilai tidak sesuai dengan ketentuan atau kebutuhan siswa.

“Pihak sekolah sebenarnya bisa menolak daftar menu tersebut jika dianggap tidak layak atau tidak sesuai dengan standar. Karena sekolah juga memiliki tanggung jawab terhadap kesehatan dan kebutuhan gizi siswa,” ujarnya.

Para wali murid juga menagih janji Pemerintah Daerah Sumenep yang sebelumnya menyatakan bahwa program makanan bagi siswa akan berjalan dengan baik dan memenuhi kebutuhan gizi.

Baca Juga:  Stand Pemeriksaan Kesehatan Gratis Puskesmas Pandian Banyak Diminati Warga Masyarakat Kelurahan Bangselok

Para wali murid berharap pemerintah daerah, pihak sekolah, serta tim pelaksana program dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait komposisi menu serta mekanisme pembagian paket makanan tersebut agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Kejari Sumenep Tak Beri Celah, Kades Pragaan Daya Diperpanjang Ditahan dalam Skandal Dugaan Korupsi Dana Desa Rp.585 Juta

Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah maupun tim pelaksana program belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. (adi/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harhubnas ke-55, KSOP Kalianget Gelar Doa Bersama, Santuni Anak Yatim
Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 18:23 WIB

Harhubnas ke-55, KSOP Kalianget Gelar Doa Bersama, Santuni Anak Yatim

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Berita Terbaru