Pedagang Pasar Anom Keluhkan Omzet Penjualan Terus Menurun Tiap Tahun

- Editorial Team

Jumat, 8 Mei 2026 - 05:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto hanya ilustrasi

Foto hanya ilustrasi

dapurpos.com/, SUMENEP — Sejumlah pedagang di Pasar Anom mengeluhkan kondisi penjualan yang terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Lesunya daya beli masyarakat ditambah persaingan perdagangan modern dan penjualan daring disebut menjadi faktor utama merosotnya omzet para pedagang tradisional.

Salah seorang pedagang rempah dan kebutuhan dapur, MW, mengaku pendapatannya semakin menurun dari tahun ke tahun. Ia mengatakan berbagai upaya telah dilakukan agar pembeli tetap datang ke pasar, termasuk menurunkan harga jual barang dagangan.

“Setiap tahun omzet kami terus turun. Harga sudah kami turunkan supaya pembeli tertarik, tapi tetap sepi,” ujar MW saat ditemui di area pasar, Jumat (8/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kondisi pasar saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Jika sebelumnya pasar selalu ramai sejak pagi hingga siang hari, kini banyak lapak yang terlihat lengang dan minim transaksi.

Baca Juga:  Paguyuban Tretan Klontong Madura Atur Jarak Toko di Klaten, Langkah Berani Demi Keadilan Usaha

Keluhan serupa juga disampaikan AS, pedagang pakaian di Pasar Anom. Ia mengaku penjualan pakaian saat ini sangat memprihatinkan. Dalam sehari, barang dagangannya terkadang hanya terjual satu potong, bahkan tidak jarang dijual dengan keuntungan sangat tipis demi mempertahankan perputaran usaha.

“Kadang sehari cuma laku satu. Itu pun terkadang dijual rugi karena yang penting barang keluar dan ada uang untuk mutar modal,” katanya.

Tidak hanya pedagang rempah dan pakaian, sejumlah pedagang lainnya juga mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup drastis. Pedagang kebutuhan rumah tangga, aksesoris, hingga penjual makanan mengeluhkan kondisi pasar yang semakin sepi pembeli dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga:  Penjelasan Kepala Dinas DPMD,Dana Desa 20 persen di Peruntukkan Untuk Ketahanan Pangan

Beberapa pedagang menyebut daya beli masyarakat saat ini menurun, sementara biaya kebutuhan pokok dan modal usaha terus meningkat. Kondisi tersebut membuat banyak pedagang kesulitan mempertahankan usahanya di tengah persaingan yang semakin ketat.

Baca Juga:  KPK Terima Keppres Rehabilitasi, Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Dijadwalkan Bebas Hari Ini

Para pedagang berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar tradisional. Mereka menilai pasar rakyat masih menjadi pusat ekonomi masyarakat kecil yang perlu mendapat dukungan, baik melalui penataan pasar, promosi, maupun program pemberdayaan pedagang.

Menurunnya omzet pedagang di Pasar Anom menjadi gambaran nyata tantangan yang dihadapi pasar tradisional di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang kini semakin bergeser ke platform digital dan pusat perbelanjaan modern. (adie/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sharia Award 2026 Diraih, BPRS Bhakti Sumekar Didorong Perkuat Layanan dan Pembiayaan UMKM
Bappeda Sumenep Perketat Pengawasan Program Strategis, Koordinasi Lintas OPD Jadi Fokus
BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Promo Deposito Mudharabah, Berlaku hingga Akhir Desember 2026
Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Solar Langka di Sumenep, Pertalite Bersubsidi Diduga Masuk Jerigen, BBM Eceran Tetap Melimpah dengan Harga Tinggi
DKPP Sumenep Berangkatkan Tembakau Prancak 95 untuk Dipasarkan ke Mitra PT Jarum
Bappeda Sumenep Minta Semua OPD Bergerak Bersama Percepat Pertumbuhan Ekonomi
Bappeda Sumenep Dorong Program Quick Wins, Ekonomi Harus Segera Dirasakan Masyarakat
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Sharia Award 2026 Diraih, BPRS Bhakti Sumekar Didorong Perkuat Layanan dan Pembiayaan UMKM

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Pengawasan Program Strategis, Koordinasi Lintas OPD Jadi Fokus

Rabu, 30 September 2026 - 22:44 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Promo Deposito Mudharabah, Berlaku hingga Akhir Desember 2026

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Selasa, 8 September 2026 - 12:08 WIB

Solar Langka di Sumenep, Pertalite Bersubsidi Diduga Masuk Jerigen, BBM Eceran Tetap Melimpah dengan Harga Tinggi

Berita Terbaru