Haul Akbar dan Jamasan Pusaka: Wujud Pelestarian Budaya dan Identitas Sumenep sebagai Kota Keris

- Editorial Team

Kamis, 3 Juli 2025 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep Dapurpos.com Tradisi Haul Akbar dan Jamasan Pusaka kembali digelar dengan khidmat di Kabupaten Sumenep, menegaskan komitmen daerah ini dalam melestarikan warisan budaya leluhur. Tradisi budaya yang sarat makna spiritual dan historis ini menjadi simbol nyata identitas Sumenep sebagai Kota Keris yang telah diakui dunia.

Sebagai catatan penting, UNESCO telah menetapkan Sumenep sebagai daerah dengan koleksi keris terbanyak di dunia. Pengakuan ini semakin memperkuat posisi Sumenep sebagai pusat budaya keris yang kaya akan sejarah dan nilai-nilai luhur.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Kembali Mendapat Penghargaan SAKIP Award 2024

Acara sakral ini dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), tokoh agama, para empu keris, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pelaku budaya dan elemen masyarakat yang telah menjaga kelestarian tradisi leluhur secara konsisten.

Baca Juga:  DLH vs DPMPTSP : Proyek Royal Pabian Jadi Sorotan, Plt Sekda Sumenep Turun Tangan

“Kegiatan Haul Akbar dan Jamasan Pusaka ini bukan hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi merupakan bentuk konkret dari upaya pelestarian warisan budaya yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami dan mencintai akar budayanya sendiri,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Fauzi menegaskan bahwa keris tidak hanya sekadar benda pusaka, melainkan simbol dari nilai-nilai luhur, spiritualitas, serta mencerminkan kemajuan intelektual masyarakat Sumenep pada masa lampau.

Baca Juga:  DWP Bappeda Sumenep Gelar Pelatihan Ecoprint, Dorong Kreativitas dan Pemberdayaan Perempuan

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat menjaga dan merawat budaya keris terus mengakar kuat di tengah-tengah kehidupan masyarakat Sumenep, sekaligus menjadi daya tarik budaya yang memperkaya pariwisata daerah. (jar/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda Sumenep Gelar Jalan Sehat, Perkuat Kekompakan dan Semangat Pelayanan
Festival Tani Ganding 2026 Dibuka, Wabup Dorong Anak Muda Bertani
Harhubnas ke-55, KSOP Kalianget Pasang Harga Mati Keselamatan Pelayaran
Tak Sekadar Seremonial Harhubnas, KSOP Kalianget Tegaskan: Keselamatan Pelayaran Harga Mati
Terima Aksi GMS, Kepala Inspektorat Sumenep Tegaskan Setiap Aduan Wajib Jadi Prioritas
Mahasiswa Soroti Pengawasan Inspektorat Sumenep dan Penyertaan Modal BUMD
Sekda Sumenep Serukan ASN Bergerak, Setetes Darah Bisa Selamatkan Nyawa
Sekda Sumenep Soroti Disiplin ASN: Jangan Hanya Rajin Absen, Kinerja Harus Maksimal
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:18 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Jalan Sehat, Perkuat Kekompakan dan Semangat Pelayanan

Selasa, 22 September 2026 - 13:49 WIB

Festival Tani Ganding 2026 Dibuka, Wabup Dorong Anak Muda Bertani

Jumat, 18 September 2026 - 10:03 WIB

Harhubnas ke-55, KSOP Kalianget Pasang Harga Mati Keselamatan Pelayaran

Jumat, 18 September 2026 - 08:57 WIB

Tak Sekadar Seremonial Harhubnas, KSOP Kalianget Tegaskan: Keselamatan Pelayaran Harga Mati

Rabu, 16 September 2026 - 19:32 WIB

Terima Aksi GMS, Kepala Inspektorat Sumenep Tegaskan Setiap Aduan Wajib Jadi Prioritas

Berita Terbaru