Ada Apa dengan Desa Pakondang? Satu-satunya Desa yang Tak Ikut Rubaru Agro Wisata Fest 2026

Foto hanya ilustrasi

DAPURPOS.Com, SUMENEP – Pelaksanaan Rubaru Agro Wisata Fest 2026 yang digelar di Lapangan Banasare, Kecamatan Rubaru, menarik perhatian publik. Di balik semarak festival yang diikuti hampir seluruh desa di Kecamatan Rubaru, terdapat satu fakta yang menjadi sorotan, yakni absennya Desa Pakondang dari ajang promosi tersebut.

Festival yang berlangsung selama 10 hari, mulai 26 Juni hingga 5 Juli 2026, sedianya diikuti oleh 11 desa. Namun, hingga pelaksanaan berlangsung, hanya 10 desa yang membuka stan pameran dan menampilkan berbagai produk unggulan mereka.

Belum diketahui secara pasti alasan Desa Pakondang tidak mengirimkan perwakilan dalam kegiatan yang menjadi agenda besar Pemerintah Kecamatan Rubaru tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi baik dari Pemerintah Desa Pakondang maupun panitia penyelenggara.

Absennya Desa Pakondang memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, desa tersebut dinilai memiliki potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif yang cukup berkembang dan layak dipromosikan melalui festival tersebut. Terlebih, secara geografis Desa Pakondang juga berada tidak jauh dari lokasi pelaksanaan di Lapangan Banasare.

Media ini telah berupaya meminta konfirmasi kepada Ketua Panitia Rubaru Agro Wisata Fest 2026 yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Rubaru, Saruji. Namun hingga berita ini dipublikasikan, pesan konfirmasi yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp belum memperoleh tanggapan.

Rubaru Agro Wisata Fest 2026 digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno sekaligus menjadi wadah promosi potensi ekonomi, budaya, dan pariwisata di Kecamatan Rubaru.

Selain menghadirkan pameran UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan desa, festival juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui promosi hasil usaha lokal kepada masyarakat luas.

Beragam pertunjukan seni dan budaya turut memeriahkan kegiatan tersebut, mulai dari musik tongtong khas Madura, tari kreasi pelajar, hingga penampilan seni budaya dari desa-desa se-Kecamatan Rubaru.

Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 5 Juli 2026 dengan hiburan orkes dangdut rakyat yang terbuka untuk masyarakat umum.

Melalui penyelenggaraan Rubaru Agro Wisata Fest 2026, Pemerintah Kecamatan Rubaru berharap dapat memperkuat sinergi antar desa, memperluas promosi potensi daerah, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan melalui slogan “Rubaru Bersatu, Sumenep Maju.”

Sementara itu, publik masih menantikan penjelasan resmi mengenai alasan tidak ikut sertanya Desa Pakondang dalam festival yang menjadi etalase potensi desa-desa di Kecamatan Rubaru tersebut. (adie/red)**

Tinggalkan Balasan