Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Pendampingan Ibu Hamil Resiko Tinggi, Libatkan 110 Kader dan Tenaga Kesehatan

DAPURPOS.Com, SUMENEP – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep terus memperkuat upaya menekan angka kematian ibu dan bayi melalui peningkatan kapasitas pendamping ibu hamil risiko tinggi (bumil resti) dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Kegiatan yang digelar pada Rabu, 8 Juli 2026, di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep itu diikuti sebanyak 110 peserta yang terdiri dari Penanggung Jawab Promosi Kesehatan (PJ Promkes), Bikor, serta kader pendamping dari empat wilayah kerja puskesmas, yakni Gapura, Saronggi, Bluto, dan Pragaan.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardazah, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pendamping menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu hamil, khususnya bagi mereka yang memiliki risiko tinggi selama masa kehamilan.

Baca Juga :  Hangatnya Idul Fitri 1447 H, Karyawan RSUD Moh Anwar Sumenep Sampaikan Doa dan Harapan

Menurutnya, pendampingan tidak hanya berfokus pada pemantauan kondisi ibu, tetapi juga memastikan setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan yang tepat sejak masa kehamilan hingga persalinan.

“Pendampingan ibu hamil risiko tinggi merupakan langkah strategis untuk memastikan kesehatan dan keselamatan ibu maupun janin. Melalui pendampingan yang optimal, berbagai faktor risiko dapat dideteksi lebih dini sehingga penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan materi mengenai mekanisme pendampingan ibu hamil risiko tinggi, identifikasi faktor risiko, edukasi gizi bagi ibu hamil dengan KEK, hingga sistem rujukan yang efektif apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Baca Juga :  *Haul ke-13 Taufiq Kiemas, Prof. Arief Hidayat Gagas "Eco-Marhaenisme" sebagai Mazhab Konstitusi Hijau Indonesia*

Program pendampingan ini memiliki sejumlah tujuan utama, di antaranya meningkatkan pemantauan kondisi kesehatan ibu hamil secara berkala, mendeteksi serta mencegah komplikasi kehamilan sejak dini, memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi, persiapan persalinan dan perawatan masa nifas, serta memastikan ibu hamil melahirkan di fasilitas kesehatan yang sesuai dengan tingkat risikonya.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Kembali Mendapat Penghargaan SAKIP Award 2024

Selain itu, pendampingan juga diharapkan mampu mencegah lahirnya bayi dengan risiko stunting melalui intervensi sejak masa kehamilan.

Dinkes P2KB Sumenep berharap para kader pendamping yang telah mendapatkan penguatan kapasitas dapat menjadi ujung tombak di lapangan dalam mendampingi ibu hamil risiko tinggi secara aktif, sehingga seluruh ibu hamil memperoleh akses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, dan pemerintah daerah, upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi serta pencegahan stunting di Kabupaten Sumenep diharapkan dapat berjalan lebih optimal. (adie/red)** 

Tinggalkan Balasan