66 Guru PJOK PPPK Sumenep Gelar Tasyakuran dan Silaturahmi Bersama Bupati Achmad Fauzi

- Redaksi

Senin, 14 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEPDAPURPOS.COM Sebanyak 66 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang lolos seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun anggaran 2024 menggelar acara tasyakuran dan silaturahmi bersama Bupati Sumenep, Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., pada Senin (14/7/2025).

Acara yang berlangsung di lingkungan rumah dinas Bupati Sumenep itu berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Edy Rasiyadi, para Asisten Sekda, Plt Kepala BKPSDM, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Dalam sambutannya, Bupati Achmad Fauzi menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas capaian para guru PJOK yang telah berhasil lolos dalam seleksi ASN PPPK. Ia menegaskan bahwa proses untuk memperjuangkan formasi khusus PJOK tidaklah mudah dan merupakan hasil dari aspirasi kolektif yang diperjuangkan bersama pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah hari ini kita bisa bertatap muka dalam keadaan sehat. Perjuangan ini berawal dari aspirasi para guru PJOK yang kami teruskan kepada Sekda dan OPD terkait. Alhamdulillah formasi PJOK akhirnya dapat ditambah sesuai kebutuhan,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya peran guru dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pembentuk karakter dan masa depan generasi bangsa.

“Saya sering katakan, menjadi guru itu lebih mulia daripada menjadi Bupati. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang membentuk masa depan generasi kita,” tegasnya.

Ia berharap, para guru PJOK yang kini resmi menyandang status ASN PPPK dapat bekerja dengan penuh semangat, ikhlas, dan profesional, serta mampu mengembangkan potensi siswa, khususnya dalam bidang olahraga.

“Kita ingin ada peningkatan prestasi jangka panjang di bidang olahraga. Guru PJOK harus mampu memetakan potensi siswa, siapa tahu 10 atau 20 tahun lagi akan lahir atlet kebanggaan dari Sumenep,” tambahnya.

Meski demikian, Bupati juga mengingatkan bahwa kebijakan nasional bisa berubah sewaktu-waktu. Namun, semangat pengabdian harus tetap menjadi dasar dalam menjalani profesi.

“Kebijakan itu sifatnya dinamis. Bisa jadi hari ini pintunya tertutup, besok terbuka. Tapi yang penting, kita tetap berikhtiar dan mengabdi untuk kemajuan daerah kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Ansory Fadli selaku Koordinator Guru PJOK menyampaikan bahwa kegiatan tasyakuran ini merupakan bentuk rasa syukur dan penghormatan atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Hal ini wajar kami lakukan karena baru di tahun ini kami dari guru PJOK mendapatkan kuota sebanyak 66 formasi, dan ini merupakan jumlah terbesar se-Jawa Timur. Ini bukan hanya pencapaian luar biasa bagi kami secara pribadi, tetapi juga sebuah tonggak sejarah bagi dunia pendidikan jasmani di Kabupaten Sumenep,” ujar Ansory dengan penuh haru.

Ia juga menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari komitmen kuat Bupati dalam mendorong kemajuan pendidikan dan kesejahteraan guru, khususnya guru PJOK.

“Syukur alhamdulillah, ini adalah karunia dari Allah SWT yang harus kami syukuri bersama. Terima kasih kami sampaikan kepada Bupati, Dinas Pendidikan, serta semua pihak yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada kami. Insya Allah, kami akan berkomitmen penuh untuk mengabdikan diri dan meningkatkan kualitas pendidikan jasmani di Sumenep,” tandasnya.

Acara ditutup dengan doa bersama dan suasana penuh keakraban. Para guru PJOK yang hadir berharap dapat menjadi teladan dan agen perubahan positif di lingkungan sekolah masing-masing. (jar/red)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Blangkon untuk Harapan, Kepala SDN di Sumenep Antar Langkah Pertama Irsya Menuju Mimpi dengan Kaki Palsu
Poltekpel Surabaya dan KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak 148 SDM Maritim Andal
DPRD Sumenep Soroti Dugaan Rangkap Jabatan Sekdes Pagerungan Besar, Komisi IV Minta Dinas Terkait Bertindak Tegas
Bupati Fauzi: Masa Depan Sumenep Ada di Tangan Generasi Muda yang Berani Berubah
Terungkap ! Sekdes Pagerungan Besar Diduga Rangkap Jabatan sebagai Kepala PAUD, Publik Desak Klarifikasi
Tak Hanya Rangkap Jabatan, Kini Dugaan Mark Up Data Siswa di Pagerungan Besar Jadi Perhatian
Sekdes Diduga Rangkap Kepala PAUD, HIMPAS Desak Pemerintah Bertindak
Sekdes Tetap Bungkam Seribu Bahasa Meskipun Sudah Berulangkali Dikonfirmasi Oleh Awak Media

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:10 WIB

Dari Blangkon untuk Harapan, Kepala SDN di Sumenep Antar Langkah Pertama Irsya Menuju Mimpi dengan Kaki Palsu

Senin, 29 Juni 2026 - 18:17 WIB

Poltekpel Surabaya dan KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak 148 SDM Maritim Andal

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:51 WIB

DPRD Sumenep Soroti Dugaan Rangkap Jabatan Sekdes Pagerungan Besar, Komisi IV Minta Dinas Terkait Bertindak Tegas

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:00 WIB

Bupati Fauzi: Masa Depan Sumenep Ada di Tangan Generasi Muda yang Berani Berubah

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:42 WIB

Terungkap ! Sekdes Pagerungan Besar Diduga Rangkap Jabatan sebagai Kepala PAUD, Publik Desak Klarifikasi

Berita Terbaru