cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Miris, Tiga Ruang Kelas SDN Masalima V di Kepulauan Masalembu Ambruk, Siswa Belajar dalam Ancaman

Foto : Kondisi bangunan sekolah yang belum mendapatkan perhatian dan rehab gedung dari pemerintah.

DAPURPOS.COM, SUMENEP — Kondisi bangunan SDN Masalima V yang berada di wilayah ujung timur kepulauan, Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, memantik keprihatinan para wali murid dan masyarakat setempat. Fasilitas pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi siswa justru berada dalam kondisi rusak berat dan dinilai jauh dari standar kelayakan.

Selama dua tahun terakhir, para guru dan siswa di sekolah tersebut dihantui rasa takut akibat bangunan yang terus mengalami kerusakan. Meski demikian, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan di tengah keterbatasan dan ancaman keselamatan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Para tenaga pendidik tetap menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi, meskipun rasa khawatir akan runtuhnya atap dan plafon ruang kelas terus membayangi. Kondisi itu semakin diperparah saat musim hujan dan angin kencang melanda kawasan kepulauan.

Kepala SDN Masalima V, Hasyim, mengungkapkan bahwa beberapa bulan lalu salah satu ruang kelas mengalami jebol dan kini tidak lagi dapat digunakan. Peristiwa tersebut menjadi trauma tersendiri bagi guru maupun siswa.

“Ada tiga ruang kelas yang sudah ambruk dan tidak bisa dipakai lagi, yakni ruang kelas 4, 5, 6 serta ruang kantor yang kondisinya semakin parah. Akibatnya siswa terpaksa belajar di ruang kelas lain yang dijadikan kelas darurat,” ujar Hasyim saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Senin (25/05/2026).

Menurutnya, kondisi serupa juga mengancam ruang kelas lainnya. Kayu penyangga atap di beberapa ruangan telah lapuk dan rawan roboh ketika diterpa angin kencang.

Baca Juga :  Dukung Program Terus Berkelanjutan, Pemuda Batang-batang Deklarasi Dukung Fauzi - Imam Menang Pilkada Sumenep

Akibat keterbatasan ruang belajar, proses KBM pun berjalan tidak normal. Satu ruang kelas terpaksa digunakan untuk dua rombongan belajar agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran.

“Meski kondisi sekolah sangat memprihatinkan, KBM tetap terlaksana. Kami berharap pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan ini,” tegasnya.

Data sekolah mencatat jumlah siswa di SDN Masalima V sebanyak 27 orang, terdiri dari:

Kelas 1: 2 siswa

Kelas 2: 4 siswa

Baca Juga :  "Bismillah Melayani" Ambulan Gratis Nia Kurnia Fauzi Kembali Memberikan Manfaat bagi Masyarakat

Kelas 3: 5 siswa

Kelas 4: 5 siswa

Kelas 5: 8 siswa

Kelas 6: 3 siswa

Pihak sekolah mengaku telah berulang kali melaporkan kondisi bangunan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Namun hingga kini belum ada tindakan konkret terkait perbaikan sekolah tersebut.

“Katanya tunggu saja,” kata Hasyim menirukan jawaban yang diterimanya dari dinas terkait.

Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sumenep, kondisi sekolah di wilayah kepulauan ini dinilai luput dari perhatian. Masyarakat pun mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjamin keselamatan dan hak pendidikan bagi siswa di daerah terpencil.

Hasyim berharap pemerintah segera turun tangan sebelum terjadi musibah yang tidak diinginkan.

“Kami berharap sekolah ini segera dibangun kembali karena sangat membahayakan siswa dan guru,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian kapan perbaikan bangunan sekolah akan dilakukan. Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep disebut masih belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. (adie/red)**

Tinggalkan Balasan