Anggaran Desa Gelugur Dipertanyakan Peruntukannya, Aktifis Anti Korupsi Geram

- Redaksi

Selasa, 10 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SumenepDapurpos.com Kondisi jalan rusak parah di Dusun Gelugur Tengah, Desa Gelugur, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, mendapatkan sorotan tajam dari Aktivis anti Korupsi. Jalan yang menjadi akses Masyarakat dilaporkan belum pernah mendapat perbaikan selama lebih dari satu dekade,meskipun telah terjadi pergantian kepemimpinan desa dari kepala desa sebelumnya ke penjabat (Pj) kepala desa saat ini.

Saat musim hujan, kondisi jalan semakin memprihatinkan. Jalan berubah menjadi kubangan berlumpur, menyulitkan aktivitas warga, termasuk anak-anak sekolah dan petani yang menggantungkan mobilitas mereka di jalur tersebut.

“Sudah puluhan tahun jalan ini rusak parah, tapi sampai sekarang belum ada perhatian serius dari pemerintah desa. Padahal, jalan di dusun lain sudah banyak yang dibenahi,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (10/6/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi keluhan warga, aktivis anti korupsi yang juga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wiraraja, Tolak Amir, meninjau langsung lokasi dan membenarkan kondisi jalan yang dikeluhkan masyarakat.

“Berdasarkan hasil pantauan kami di lapangan, kondisi jalan memang tidak layak sama sekali dan sangat memerlukan perhatian pemerintah desa,” ujar Amir.

Ia juga menyoroti besarnya Dana Desa (DD) yang dikucurkan untuk Desa Gelugur, yakni sebesar Rp 707.113.000 pada tahun 2023 dan meningkat menjadi Rp 967.075.000 pada tahun 2024.

“Dengan besaran anggaran tersebut, kami berharap pemerintah desa dapat lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama infrastruktur jalan yang menjadi akses vital warga,” tegas amir

(jar/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru