cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Di Balik Senyum Nakes: Gaji Minim, Pengabdian Tak Pernah Padam

Foto hanya ilustrasi

SUMENEP, DAPURPOS.COM  –  Di tengah keterbatasan dan tantangan berat, para tenaga kesehatan (nakes) tetap menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan tugas mulia mereka. Dengan gaji hanya Rp350 ribu per bulan, mereka tak pernah berhenti berjuang menyelamatkan nyawa pasien yang datang silih berganti.

Meski sering mendapat sindiran hingga cemoohan dari sebagian keluarga pasien, para nakes memilih untuk tetap sabar. Mereka meyakini bahwa pengabdian kepada negara dan kemanusiaan jauh lebih berharga daripada keluh kesah atas kondisi yang dialami.

“Kadang ada yang menilai pelayanan kami kurang baik, bahkan tak jarang terdengar komentar miring dari masyarakat. Tapi kami tetap berusaha profesional, karena yang utama adalah keselamatan pasien,” ungkap salah satu nakes dengan mata berkaca-kaca.

Nakes P3K Paruh Waktu Ikut Merasakan

Baca Juga :  Gus Yahya Tegaskan Tak Akan Mundur dari Kursi Ketua Umum PBNU: “Saya Mendapat Mandat Lima Tahun”

Tidak hanya nakes honorer, para nakes P3K paruh waktu juga menghadapi situasi serupa. Dengan status yang masih belum jelas dan penghasilan yang minim, mereka tetap harus bertugas di garda terdepan. Padahal, risiko yang mereka hadapi sama besarnya dengan tenaga kesehatan lainnya.

“Sebagai nakes P3K paruh waktu, kami sama-sama mempertaruhkan tenaga dan nyawa untuk pasien. Namun, apresiasi dan kesejahteraan yang kami terima masih jauh dari kata layak,” keluh salah seorang tenaga kesehatan.

Harapan kepada Pemerintah

Di balik kesabaran itu, para nakes berharap pemerintah pusat maupun daerah memberikan perhatian yang lebih serius terhadap kesejahteraan mereka. Kenaikan gaji, kepastian status kerja, serta jaminan perlindungan hukum dalam menjalankan tugas menjadi harapan utama.

“Kami mohon kepada pemerintah, bapak ibu wakil rakyat, dan juga Bapak Presiden agar mendengar jeritan kami. Kami ini garda terdepan kesehatan, tapi kesejahteraan kami masih jauh dari layak. Semoga ke depan ada perubahan nyata,” tutur seorang perawat penuh harap.

Dengan segala keterbatasan, para nakes baik honorer maupun P3K paruh waktu tetap berdiri tegak di garis depan. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang terus berjuang, meski kadang terluka oleh kata-kata dan perlakuan yang tak sepantasnya mereka terima.