Di Balik Senyum Nakes: Gaji Minim, Pengabdian Tak Pernah Padam

- Redaksi

Sabtu, 13 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto hanya ilustrasi

Foto hanya ilustrasi

SUMENEP, DAPURPOS.COM  –  Di tengah keterbatasan dan tantangan berat, para tenaga kesehatan (nakes) tetap menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan tugas mulia mereka. Dengan gaji hanya Rp350 ribu per bulan, mereka tak pernah berhenti berjuang menyelamatkan nyawa pasien yang datang silih berganti.

Meski sering mendapat sindiran hingga cemoohan dari sebagian keluarga pasien, para nakes memilih untuk tetap sabar. Mereka meyakini bahwa pengabdian kepada negara dan kemanusiaan jauh lebih berharga daripada keluh kesah atas kondisi yang dialami.

“Kadang ada yang menilai pelayanan kami kurang baik, bahkan tak jarang terdengar komentar miring dari masyarakat. Tapi kami tetap berusaha profesional, karena yang utama adalah keselamatan pasien,” ungkap salah satu nakes dengan mata berkaca-kaca.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nakes P3K Paruh Waktu Ikut Merasakan

Tidak hanya nakes honorer, para nakes P3K paruh waktu juga menghadapi situasi serupa. Dengan status yang masih belum jelas dan penghasilan yang minim, mereka tetap harus bertugas di garda terdepan. Padahal, risiko yang mereka hadapi sama besarnya dengan tenaga kesehatan lainnya.

“Sebagai nakes P3K paruh waktu, kami sama-sama mempertaruhkan tenaga dan nyawa untuk pasien. Namun, apresiasi dan kesejahteraan yang kami terima masih jauh dari kata layak,” keluh salah seorang tenaga kesehatan.

Harapan kepada Pemerintah

Di balik kesabaran itu, para nakes berharap pemerintah pusat maupun daerah memberikan perhatian yang lebih serius terhadap kesejahteraan mereka. Kenaikan gaji, kepastian status kerja, serta jaminan perlindungan hukum dalam menjalankan tugas menjadi harapan utama.

“Kami mohon kepada pemerintah, bapak ibu wakil rakyat, dan juga Bapak Presiden agar mendengar jeritan kami. Kami ini garda terdepan kesehatan, tapi kesejahteraan kami masih jauh dari layak. Semoga ke depan ada perubahan nyata,” tutur seorang perawat penuh harap.

Dengan segala keterbatasan, para nakes baik honorer maupun P3K paruh waktu tetap berdiri tegak di garis depan. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang terus berjuang, meski kadang terluka oleh kata-kata dan perlakuan yang tak sepantasnya mereka terima.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru