DKPP Sumenep Tegaskan Keseriusan dalam Peningkatan Ketahanan Pangan Melalui Kerja Sama dengan PT Charoen Pokphand dan PT Bisi

- Redaksi

Jumat, 13 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Dapurpos.Com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah tersebut melalui kerja sama strategis dengan PT Charoen Pokphand dan PT Bisi.Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pangan lokal serta memastikan ketersediaan dan kestabilan pasokan pangan yang berkualitas bagi masyarakat Sumenep.

Kerja sama atau MOU yang difasilitasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, yang fokusnya memastikan serapan hasil panen jagung dari petani lokal dengan harga yang kompetitif.

“Kerja sama ini merupakan langkah inovatif, untuk mendukung ketahanan pangan. Kami menyiapkan pasar yang jelas untuk panen raya jagung melalui kolaborasi ini,” kata Chainur Rasyid, SE, M.Si, Kepala DKPP Kabupaten Sumenep kepada dapurrakyatnews. Jum’at (13/12/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

PT Charoen Pokphand, sebagai produsen pakan ternak terbesar, membutuhkan jagung sebagai bahan baku utama. Di sisi lain, PT Bisi menyediakan varietas benih jagung premium yang digunakan oleh petani.

Dalam kerja sama ini, PT Bisi menjalin kontrak dengan pengusaha lokal, yang akan menjadi mitra PT Charoen Pokphand. DKPP Sumenep turut memfasilitasi pengusaha lokal ini, menjadikannya contoh pertama kolaborasi yang difasilitasi pemerintah di sektor ini.

Kerja sama ini menjawab kekhawatiran petani terkait pasar hasil panen jagung. “Petani sering bertanya, apakah hasil panen mereka akan terserap dengan baik? Dengan adanya kerja sama ini, keraguan tersebut terjawab,” tambah Chainur.

Ia menambahkan, bahwa penandatanganan kontrak (MOU) bertempat di kantor pusat PT Charoen Pokphand Sidoarjo dilakukan hari ini, dengan melibatkan dua pengusaha lokal, dari wilayah daratan dan kepulauan Sumenep. Kedua mitra ini akan menjadi penyalur hasil panen jagung kepada PT Charoen Pokphand. Upaya ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan jagung nasional yang mencapai 3 juta ton di Jawa Timur.

“Kerja sama ini membuka peluang bagi petani di Sumenep, untuk mendapatkan jaminan pasar dengan harga yang stabil. Ini merupakan salah satu terobosan cepat yang dilakukan DKPP,” terangnya.

Selain itu, DKPP juga berencana memfasilitasi penandatanganan kontrak langsung antara petani dan mitra bisnis PT Charoen Pokphand. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara produsen dan konsumen, dalam ekosistem pertanian.

Chainur Rasyid juga menyampaikan, ke depan, pemerintah akan terus memperluas kerja sama untuk meningkatkan hasil pertanian lokal, dan menjamin keberlanjutan sektor pangan.

Kerja sama ini diharapkan menjadi model pengembangan pertanian berbasis kemitraan di Jawa Timur, khususnya di Sumenep.

“Kami optimis, langkah ini akan membawa manfaat besar bagi petani dan mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru