Pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Di Desa Kolor

- Redaksi

Selasa, 14 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Dapurpos.Com – Kalaksa BPBD Kabupaten Sumenep beserta jajaran stafnya dan Kepala Desa Kolor yang diwakili Sekretaris Desa, Gafur Imama, S.P dan juga jajaran Muspika yang hadir dalam kegiatan Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana Tahun 2024, Pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA), di Balai Desa Kolor Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep. Selasa (14 mei 2024)

 

Kalaksa BPBD Kabupaten Sumenep Drs. Ach. laili Maulidy. M.Si di sela-sela kegiatan menyampaikan, bahwa pembentukan DESTANA di Desa kolor ini adalah untuk mencegah bencana

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selama 7 hari peserta yang berjumlah 40 orang, dari tanggal 14-19 Mei 2024. Ini merupakan bagian rintisan DESTANA dan peserta ini merupakan aktivis sadar bencana di masing-masing dusun di Desa kolor,”katanya.

DESTANA ini menjadi salah satu kegiatan prioritas dari BPBD Kabupaten Sumenep dengan pembinaan dan monitoring bagi desa-desa yang sudah terbentuk akan timbul kesadaran bagi warganya masyarakat, sehingga ada kesiapsiagaan terhadap bencana secara mandiri bagi desa-desa tersebut.

“Kami sangat berharap ke depan bagi desa-desa di Kabupaten Sumenep yang memiliki kerawanan tinggi, untuk bisa dan memiliki pemahaman potensi bencana di desa masing-masing, memiliki antisipasi awalnya, cepat penanganannya, lebih cepat informasinya, dan yang terpenting mereka mengetahui, memahami konsep mitigasi,” jelasnya.

Kalaksa BPBD berpesan kepada peserta, perangkat desa, dan warga masyarakat, khususnya Desa kolor umumnya seluruh warga masyarakat kabupaten sumenep,untuk meningkatkan kesadaran terhadap bencana di desa masing-masing dan lingkungan sekitarnya.

“Tingkatkan terhadap kesadaran bencana, pergunakan potensi masyarakat desa masing-masing untuk penanganan awal bencana, program DESTANA ini ke depannya lebih ditingkatkan dan libatkan semua potensi kesiapsiagaan pencegahan terhadap bencana,” tandasnya.***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru