cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Terjadi Peningkatan Kasus DBD, Dinkes Sumenep Menghimbau Untuk Menggalakkan 3 M Plus Kepada Masyarakat

Sumenep, Dapurpos.Com Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumenep H. Achmad Syamsuri mengatakan, kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, Sumenep termasuk wilayah endemis penyakit DBD, sehingga kasusnya selalu ada setiap tahunnya.

Untuk diketahui, pada awal bulan januari sampai 13 Mei tahun 2024 ini melihat data Dinas kesehatan Kabupaten Sumenep sudah terjadi 844 kasus dengan jumlah kematian 6 orang

“Di seluruh kecamatan atau di 30 Puskesmas. Sementara itu adalah Bluto dengan jumlah kasus atau penderita 79 dan saronggi dengan kasus 76 adalah terbanyak penderita dari beberapa kecamatan lainnya.”Jelasnya 15 mei 2024

Achmad Samsuri menyebutkan, DBD merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue. Penyakit ini dapat menyerang semua umur dengan beberapa gejala.

Baca Juga :  Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep Siap Bantu Petani Tembakau di Tengah Cuaca Tak Menentu

Adapun gejala yang timbul pada penyakit DBD antara lain panas tinggi lebih dari 39 derajat celcius, nyeri otot dan nyeri sendi, mual dan muntah, nyeri ulu hati, dan dapat disertai pendarahan bahkan dapat menyebabkan kematian .

Dirinya membeberkan, penyebab naiknya kasus DBD awal Januari sampai Mei ini dikarenakan faktor cuaca. Dimana curah hujan yang tidak menentu menyebabkan timbulnya banyak genangan-genangan air yang menjadi tempat tumbuhnya jentik nyamuk Aedes Aegypti.

“Hal ini karena curah hujan tidak menentu, sehingga bisa meninggalkan genangan yang dipakai sebagai tempat sarang nyamuk,”ungkapnya

Himbaun Samsuri untuk semua Puskesmas dan petugas kesehatan yang berada di setiap desa menghimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dengan mengutamakan pencegahan diantaranya 3 M Plus.

“Pergunakan mobil pusling yang ada disetiap puskesmas untuk sosialisasi terkait dengan pemberantasan sarang nyamuk dengan bekerjasama dengan desa.” Ungkapnya

Untuk itu, dirinya meminta masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menerapkan 3 M, yaitu menguras tempat atau wadah penampung air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi tempat penampungan air menggenang.

“Masyarakat dapat melakukan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menguras, menutup, mengubur dan mendaur ulang (3M) Plus,” tutupnya

Berikut beberapa tips agar terhindar dari penyakit virus dengue yang diakibatkan oleh nyamuk Aedes Aegypti;

Baca Juga :  Bupati Sumenep Resmi Mengeluarkan PERBUP Penghapusan Sanksi Pajak PBB P2, Begini Penjelasannya

1. Terapkan 3M plus, yaitu menguras, menutup dan mendaur ulang.

2. Menggunakan repellent atau obat anti nyamuk

3. Memasang kelambu di kamar tidur dan kasa pada setiap lubang ventilasi dan jendela

4.Konsumsi makanan bergizi yang mengandung vitamin.

Dengan menerapkan beberapa tips terhindar dari DBD di atas, diharapkan dapat meminimalkan paparan demam berdarah dengue. ***