Terjadi Peningkatan Kasus DBD, Dinkes Sumenep Menghimbau Untuk Menggalakkan 3 M Plus Kepada Masyarakat

- Redaksi

Minggu, 19 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Dapurpos.Com Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumenep H. Achmad Syamsuri mengatakan, kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, Sumenep termasuk wilayah endemis penyakit DBD, sehingga kasusnya selalu ada setiap tahunnya.

Untuk diketahui, pada awal bulan januari sampai 13 Mei tahun 2024 ini melihat data Dinas kesehatan Kabupaten Sumenep sudah terjadi 844 kasus dengan jumlah kematian 6 orang

“Di seluruh kecamatan atau di 30 Puskesmas. Sementara itu adalah Bluto dengan jumlah kasus atau penderita 79 dan saronggi dengan kasus 76 adalah terbanyak penderita dari beberapa kecamatan lainnya.”Jelasnya 15 mei 2024

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Achmad Samsuri menyebutkan, DBD merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue. Penyakit ini dapat menyerang semua umur dengan beberapa gejala.

Adapun gejala yang timbul pada penyakit DBD antara lain panas tinggi lebih dari 39 derajat celcius, nyeri otot dan nyeri sendi, mual dan muntah, nyeri ulu hati, dan dapat disertai pendarahan bahkan dapat menyebabkan kematian .

Dirinya membeberkan, penyebab naiknya kasus DBD awal Januari sampai Mei ini dikarenakan faktor cuaca. Dimana curah hujan yang tidak menentu menyebabkan timbulnya banyak genangan-genangan air yang menjadi tempat tumbuhnya jentik nyamuk Aedes Aegypti.

“Hal ini karena curah hujan tidak menentu, sehingga bisa meninggalkan genangan yang dipakai sebagai tempat sarang nyamuk,”ungkapnya

Himbaun Samsuri untuk semua Puskesmas dan petugas kesehatan yang berada di setiap desa menghimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dengan mengutamakan pencegahan diantaranya 3 M Plus.

“Pergunakan mobil pusling yang ada disetiap puskesmas untuk sosialisasi terkait dengan pemberantasan sarang nyamuk dengan bekerjasama dengan desa.” Ungkapnya

Untuk itu, dirinya meminta masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan menerapkan 3 M, yaitu menguras tempat atau wadah penampung air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi tempat penampungan air menggenang.

“Masyarakat dapat melakukan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menguras, menutup, mengubur dan mendaur ulang (3M) Plus,” tutupnya

Berikut beberapa tips agar terhindar dari penyakit virus dengue yang diakibatkan oleh nyamuk Aedes Aegypti;

1. Terapkan 3M plus, yaitu menguras, menutup dan mendaur ulang.

2. Menggunakan repellent atau obat anti nyamuk

3. Memasang kelambu di kamar tidur dan kasa pada setiap lubang ventilasi dan jendela

4.Konsumsi makanan bergizi yang mengandung vitamin.

Dengan menerapkan beberapa tips terhindar dari DBD di atas, diharapkan dapat meminimalkan paparan demam berdarah dengue. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru