cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Usai Mediasi Damai, Situasi Kantor Kecamatan Pasongsongan Mendadak Tegang

Foto hanya ilustrasi

DAPURPOS.COM, SUMENEP — Situasi Kantor Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang semula kondusif usai pelaksanaan mediasi antara keluarga pasien dan pihak Puskesmas Pasongsongan, Selasa malam (10/2/2026), mendadak berubah tegang. Sejumlah warga datang beramai-ramai ke lokasi sesaat setelah forum resmi dinyatakan ditutup.

Mediasi yang berlangsung di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Pasongsongan itu sebelumnya berjalan terbuka dan berakhir damai. Kesepakatan ditandatangani kedua belah pihak dan disaksikan langsung oleh Camat Pasongsongan Fariz Aulia Utomo, S.STP., M.Si., Kapolsek Pasongsongan Iptu Harianto, serta Danramil 0827/11 Pasongsongan Kapten Cke Achmad Suyanto.

Kesepakatan damai juga turut disaksikan Samsudin selaku Ketua Ormas Madas Sedarah dan Ahmad Rijali.

Baca Juga :  Bupati dan Wabup Sumenep Imbau Warga Pastikan Rumah Aman Saat Ditinggal Mudik

Namun, suasana berubah ketika rombongan warga tiba-tiba datang setelah proses mediasi dinyatakan selesai. Di antara mereka terlihat Amir, mantan Kepala Desa Panaongan, bersama sejumlah orang lainnya.

Belum diketahui secara pasti tujuan kedatangan rombongan tersebut. Kehadiran mereka justru memicu ketegangan di dalam ruangan. Seorang jurnalis dan seorang aktivis yang berada di lokasi mengaku mengalami tekanan verbal. Bahkan, sempat terjadi tindakan menggebrak meja saat mereka masih berada di ruang mediasi.

“Saya hadir sebagai jurnalis untuk memantau proses mediasi. Mediasi sudah selesai dan damai, tetapi setelah itu justru muncul tekanan dari beberapa orang yang datang,” ujar jurnalis tersebut.

Ahmad Rijali juga menyampaikan hal serupa.

“Ketika ada tindakan yang mengarah pada ancaman, ini sudah menyangkut rasa aman dan keselamatan,” katanya.

Peristiwa itu terjadi saat aparat kepolisian dan unsur Forkopimka masih berada di lingkungan kantor kecamatan. Meski tidak sampai menimbulkan kericuhan fisik, insiden tersebut memunculkan pertanyaan mengenai jaminan keamanan kerja jurnalistik dan kebebasan penyampaian aspirasi di ruang publik pemerintahan.

Baca Juga :  Siang Jalan, Malam Gaspol: Tambang Galian C Diduga Kebal Hukum Warga Resah: “Bencana Sudah di Depan Mata”

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi terkait tujuan kedatangan rombongan warga tersebut. Aparat penegak hukum diharapkan menelusuri kejadian ini guna memastikan perlindungan terhadap jurnalis dan masyarakat, serta menjaga ketertiban di lingkungan kantor pemerintahan. (Red).