Wujudkan Sekolah Ramah Anak SDN Panaongan III Gandeng Ketua LKP3A Fatayat NU Cabang Kabupaten Sumenep

- Redaksi

Kamis, 6 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Dapurpos.Com – Dalam upaya menciptakan sekolah yang ramah anak, bebas perundungan serta meningkatkan kesadaran dalam melakukan pencegahan tindak kekerasan seksual pada peserta didik, SDN Panongan III mengadakan kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual bagi siswa SD bekerja sama dengan Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (LKP3A) Fatayat NU Cabang Sumenep. (Kamis, 06 Januari 2025).

Kegiatan ini diikuti oleh siswa dan guru di sekolah tersebut. Acara ini dibuka oleh Pengawas Bina Sekolah Dasar se-Kecamatan Pasongsongan Abu Supyan, M.Pd, yang menekankan pentingnya pendidikan pencegahan perundungan dan kekerasan seksual bagi siswa.

“Pendidikan pencegahan perundungan dan kekerasan seksual harus dimulai sejak dini, agar siswa dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk melindungi diri mereka sendiri,” kata pengawas yang terkenal low profil ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk melindungi diri mereka sendiri dari perundungan dan kekerasan seksual. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah dasar yang lain di Kecamatan Pasongsongan untuk mengadakan kegiatan serupa.

Dalam kegiatan ini, siswa diberikan informasi tentang pentingnya pencegahan perundungan dan kekerasan seksual, cara mengenali tanda-tanda kekerasan seksual, dan cara melaporkan kekerasan seksual. Selain itu siswa juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi seputar topik ini.

“Ini adalah kegiatan bagus dan sangat luar biasa yang telah diinisiasi oleh sekolah di pelosok desa. Karena perundungan dan kekerasan seksual tidak memandang tempat dan status sosial. Siapa saja bisa menjadi pelaku. Dan dimanapun, di kota atau di desa sama-sama berpotensi menjadi tempat kekerasan seksual itu sendiri. Karena itu kita harus bekerja sama untuk melindungi anak-anak kita dari perundungan dan kekerasan seksual guna mewujudkan sekolah yang ramah anak,” kata Nunung Fitriana, M.Pd, pemateri sekaligus koordinator Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (LKP3A) Fatayat NU Cabang Sumenep.

Lebih jauh aktifis yang juga menjadi sekretaris Komisi Perempuan Indonesia (KPI) Kabupaten Sumenep ini menekankan perlunya seorang guru peka terhadap perubahan yang dialami oleh para peserta didiknya. Karena perubahan tingkah laku siswa yang semula rajin berubah malas, yang semangat belajar menjadi kurang bersemangat, yang periang berubah menjadi pemurung dan pendiam. Semua perubahan pada diri siswa menjadi indikator telah terjadi sesuatu pada diri siswa tadi. Dan bisa dijadikan pintu awal untuk mengetahui keberadaan siswa tersebut apakah mengalami perundungan apa tidak.

Ditemui terpisah Agus Sugianto Kepala Sekolah SDN Panaongan III mengucapkan terima kasih kepada Koordinator Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (LKP3A) Fatayat NU Cabang Sumenep yang juga menjadi anggota Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di Satuan Pendidikan Kabupaten Sumenep.

“Ini adalah rangkaian dari Program Guru Tamu (Progut) yang saya canangkan bulan Desember tahun lalu. Dimana tiap bulan kami mendatangkan nara sumber yang berbeda-beda, dengan tujuan untuk menambah khasanah pengetahuan bagi para siswa. Pada kegiatan Progut kali ini, sengaja kami mendatangkan Ibu Nunung Fitriana, M.Pd selaku koordinator LKP3A Fatayat Cabang NU Sumenep untuk memberikan pemahaman tentang sekolah yang ramah anak, sekolah yang tidak ada perundungan sekaligus juga membekali mereka dengan pengetahuan untuk mencegah kekerasan seksual beserta tindakan preventif lainnya”. Terang kepala sekolah yang ikonik dengan blangkon ini penuh semangat.

Dengan kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual bagi siswa SD ini, diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak di lingkungan SDN Panaongan III.(man/red).

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Blangkon untuk Harapan, Kepala SDN di Sumenep Antar Langkah Pertama Irsya Menuju Mimpi dengan Kaki Palsu
Poltekpel Surabaya dan KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak 148 SDM Maritim Andal
DPRD Sumenep Soroti Dugaan Rangkap Jabatan Sekdes Pagerungan Besar, Komisi IV Minta Dinas Terkait Bertindak Tegas
Bupati Fauzi: Masa Depan Sumenep Ada di Tangan Generasi Muda yang Berani Berubah
Terungkap ! Sekdes Pagerungan Besar Diduga Rangkap Jabatan sebagai Kepala PAUD, Publik Desak Klarifikasi
Tak Hanya Rangkap Jabatan, Kini Dugaan Mark Up Data Siswa di Pagerungan Besar Jadi Perhatian
Sekdes Diduga Rangkap Kepala PAUD, HIMPAS Desak Pemerintah Bertindak
Sekdes Tetap Bungkam Seribu Bahasa Meskipun Sudah Berulangkali Dikonfirmasi Oleh Awak Media

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:10 WIB

Dari Blangkon untuk Harapan, Kepala SDN di Sumenep Antar Langkah Pertama Irsya Menuju Mimpi dengan Kaki Palsu

Senin, 29 Juni 2026 - 18:17 WIB

Poltekpel Surabaya dan KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak 148 SDM Maritim Andal

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:51 WIB

DPRD Sumenep Soroti Dugaan Rangkap Jabatan Sekdes Pagerungan Besar, Komisi IV Minta Dinas Terkait Bertindak Tegas

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:00 WIB

Bupati Fauzi: Masa Depan Sumenep Ada di Tangan Generasi Muda yang Berani Berubah

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:42 WIB

Terungkap ! Sekdes Pagerungan Besar Diduga Rangkap Jabatan sebagai Kepala PAUD, Publik Desak Klarifikasi

Berita Terbaru