Bukan Sekadar Monitoring, Program Sapa Destana BPBD Sumenep Pastikan Desa Tetap Tangguh Bencana

- Editorial Team

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPURPOS.COM, SUMENEP — Upaya penguatan kesiapsiagaan bencana di tingkat desa kembali dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep melalui program Sapa Destana, sebuah rangkaian monitoring dan evaluasi khusus bagi desa yang telah ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana).

Program ini menjadi bentuk tindak lanjut pembinaan agar sistem mitigasi dan kesiapsiagaan tidak berhenti setelah program awal berjalan. BPBD memastikan seluruh elemen kesiapsiagaan tetap aktif, berfungsi, dan mampu merespons situasi darurat kapan pun dibutuhkan.

Beberapa desa yang menjadi lokasi pelaksanaan Sapa Destana tahun ini yakni Desa Babbalan di Kecamatan Batuan, Desa Nambakor dan Desa Tanjung di Kecamatan Saronggi, serta Desa Kasengan di Kecamatan Manding.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelaksanaannya, setiap desa dinilai melalui sejumlah indikator kunci, meliputi:

Baca Juga:  Lolos Administrasi Balon Sekda Sumenep, Regulasi Batas Usia JPT Pratama Jadi Sorotan

Keberlanjutan aktivitas relawan Destana

Fungsi kelembagaan penanggulangan bencana

Pembaruan dokumen risiko dan rencana kontinjensi

Keberadaan serta kondisi jalur evakuasi

Fasilitas darurat dan sarana prasarana pendukung

BPBD menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan evaluasi menyeluruh yang menghasilkan data kesiapan desa secara nyata.

Melalui pelaksanaan program ini, BPBD Kabupaten Sumenep ingin memastikan 5 poin strategis:

1. Menilai kesinambungan program Destana setelah masa pembinaan.

2. Mengidentifikasi hambatan teknis maupun non-teknis yang dialami desa.

3. Mengukur tingkat kesiapan tim relawan dan kelembagaan dalam menghadapi bencana.

4. Memastikan dokumen kebencanaan desa tetap sesuai kondisi terbaru.

5. Menjadi dasar penyusunan agenda pelatihan lanjutan dan kebutuhan pembinaan berikutnya.

Dengan begitu, desa penerima program Destana tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga responsif ketika bencana benar-benar terjadi.

Baca Juga:  Prestasi Cemerlang, Aurel Tim IJP Sumenep Raih Juara 1 Dalam Kejuaraan Internasional Karate di Surabaya

Dampak Positif bagi Desa

Melalui Sapa Destana, desa memperoleh sejumlah manfaat langsung, seperti:

Peningkatan kewaspadaan dan respons masyarakat terhadap ancaman bencana.

Relawan tetap terlatih dan tidak kehilangan kompetensi dasar.

Sarana evakuasi dan jalur penyelamatan tetap terpelihara.

Perencanaan berbasis data terbaru, sehingga mitigasi lebih tepat sasaran.

Terbangunnya budaya sadar bencana di tingkat keluarga dan komunitas.

Program ini sekaligus menjadi penghubung antara pembinaan struktural BPBD dan dinamika kesiapsiagaan di lapangan.

Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laili Maulidi, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya mengevaluasi kesiapan desa secara berkelanjutan.

“Pembentukan Destana itu baru permulaan. Yang lebih penting adalah menjaga agar desa tetap tangguh. Melalui Sapa Destana ini, kami memastikan relawan masih siap, dokumen masih berlaku, dan jalur evakuasi benar-benar bisa digunakan,” kata Laili.

Ia menambahkan, tanpa sistem monitoring, ada potensi penurunan kesiapsiagaan.

“Bisa saja desa melemah jika tidak dipantau. Karena itu, Sapa Destana menjadi alat ukur apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan Destana tidak hanya bergantung pada fasilitas teknis, melainkan peran aktif masyarakat.

“Ketangguhan desa bukan ditentukan BPBD saja. Keterlibatan warga adalah kunci. Kami ingin memastikan semua unsur,mulai perangkat desa hingga kelompok rentan—mengerti peran mereka saat bencana terjadi,” tegasnya.

Dengan pelaksanaan Sapa Destana, BPBD Sumenep berharap seluruh desa yang tergolong Destana tetap waspada, tangguh, dan mandiri dalam menghadapi berbagai potensi bencana hidrometeorologi maupun geologis yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Baca Juga:  SILATURRAHMI BULANAN SATARETANAN SUMENEP BERDAYA : MENAKAR VISI dan MASA DEPAN SUMENEP
Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harhubnas ke-55, KSOP Kalianget Gelar Doa Bersama, Santuni Anak Yatim
Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 18:23 WIB

Harhubnas ke-55, KSOP Kalianget Gelar Doa Bersama, Santuni Anak Yatim

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Berita Terbaru