Laporan khusus Agus Junaidi
DAPURPOS.COM, MAKKAH — Jamaah haji asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai diberangkatkan menuju kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) untuk mengikuti rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriah, Senin (25/5/2026). Prosesi keberangkatan berlangsung tertib dengan pengawalan petugas haji dan armada bus yang telah disiapkan sejak pagi hari.
Pergerakan jamaah dilakukan secara bertahap dari pemondokan di Kota Makkah menuju Arafah sebagai lokasi pelaksanaan wukuf. Selanjutnya, para jamaah akan melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah untuk mabit dan menuju Mina guna menjalani lempar jumrah sebagai bagian dari rangkaian wajib haji.
Jamaah haji asal Kabupaten Sumenep yang tergabung dalam Kloter 77, 78, 79, dan 81 tampak antusias sekaligus khusyuk mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji. Mereka akan bergabung bersama jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia dalam pelaksanaan prosesi Armuzna yang menjadi inti pelaksanaan ibadah haji.
Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti proses keberangkatan jamaah menuju Armuzna. Para jamaah terlihat saling membantu dan menjaga kebersamaan selama perjalanan menuju lokasi puncak ibadah haji.
Salah satu jamaah asal Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep, Ahmad Robeith Al Faroh, mengaku sangat terbantu dengan adanya slayer atau penanda identitas yang diberikan kepada jamaah haji asal Kabupaten Sumenep oleh BPRS Bhakti Sumekar.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Usmuni yang tergabung dalam Kloter 77 itu menilai penanda identitas tersebut sangat membantu jamaah untuk saling mengenali di tengah padatnya jutaan jamaah dari berbagai daerah dan negara di Tanah Suci.
“Slayer atau penanda yang diberikan BPRS Bhakti Sumekar ini sangat membantu kami. Dengan adanya penanda tersebut, jamaah asal Kabupaten Sumenep menjadi lebih mudah dikenali, terutama saat berada di tengah keramaian jamaah dari berbagai negara,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPRS Bhakti Sumekar atas perhatian dan kepeduliannya terhadap jamaah haji asal Sumenep.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian BPRS Bhakti Sumekar. Hal sederhana seperti ini ternyata memiliki manfaat besar bagi jamaah. Selain mempermudah komunikasi dan koordinasi antarjamaah, penanda ini juga menjadi simbol kebersamaan warga Sumenep di Tanah Suci,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Khairil Fajar, melalui sambungan telepon dari Mekkah kepada anggota SMSI Sumenep, Agus Junaidi pemilik media Dapurrakyatnews, menyampaikan rasa syukur karena bantuan yang diberikan pihaknya dapat dirasakan manfaatnya oleh jamaah haji asal Kabupaten Sumenep.
“Alhamdulillah, kami bersyukur apabila penanda atau slayer yang kami berikan benar-benar dapat membantu jamaah selama berada di Tanah Suci. Di tengah jutaan jamaah dari berbagai negara, identitas kecil seperti ini tentu sangat berarti untuk mempererat kebersamaan dan memudahkan saling mengenali,” ungkapnya.
Fajar juga mengingatkan seluruh jamaah agar menjaga kondisi kesehatan dan stamina selama menjalankan rangkaian ibadah haji, terutama menjelang puncak Armuzna yang membutuhkan kesiapan fisik prima.
“Hari ini seluruh jamaah haji mulai bergerak menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tentunya rangkaian ibadah tersebut membutuhkan energi dan kondisi fisik yang baik. Karena itu kami berharap seluruh jamaah selalu menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta mengikuti arahan petugas haji agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan khusyuk,” katanya.
Ia berharap seluruh jamaah haji asal Kabupaten Sumenep diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan seluruh prosesi ibadah hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Selain itu, pihaknya berharap BPRS Bhakti Sumekar dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam pelayanan perbankan syariah, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
“Kami berharap BPRS Bhakti Sumekar terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Kabupaten Sumenep. Semoga apa yang kami lakukan, sekecil apa pun, dapat membantu dan menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat, termasuk jamaah haji yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci,” pungkasnya. (red)**





