Kenaikan Tiket 3 Tempat Wisata , ini Penjelasan Kadis Disbudporapar

- Redaksi

Kamis, 20 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Dapurpos.com -Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor wisata.

Salah satu upaya tersebut dengan menaikkan harga tiket masuk 3 objek wisata yang retribusinya menjadi PAD, yakni Museum Keraton, Pantai Slopeng dan Pantai Lombang.

Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan mengungkapkan, kenaikan retribusi tersebut dimulai sejak diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda) No.1 Tahun 2024.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Jadi per 1 Januari 2024, tapi oleh karena kami harus menyesuaikan sosialisasi dulu kepada masyarakat sehingga kami terapkan per 1 Maret 2024 itu ,” Jelasnya pada media ini.

Dijelaskan juga, untuk masuk atau berlibur ke obyek wisata yang dikelola pemerintah daerah kabupaten Sumenep melalui disbudporapar tersebut retribusinya bervariasi antara tiket dewasa dan anak-anak.

” Jadi, untuk memasuki obyek wisata yang di kelola pemerintah daerah, lombang dan slopeng menjadi kenaikan hari biasa yg awalnya 5.000,- (Lima Ribu Rupiah) menjadi 10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah) itu untuk dewasa, untuk anak-anak yang awalnya 3.000,- (Tiga Ribu Rupiah) menjadi 6.000,- (Enam Ribu Rupiah),” Jelas Kadis. Sabtu, 15 Juni 2024.

Akan tetapi lanjut Kadis, kalau hari libur seperti hari Sabtu dan hari Minggu serta hari besar itu tiket dewasa 15.000,- (Lima Belas Ribu Rupiah), untuk anak-anak 10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah). Namun untuk yang museum keraton tetap walaupun hari libur dan hari biasa masuknya untuk dewasa 10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah), untuk yang anak-anak 6.000,- (Enam Ribu Rupiah) .

” Yang jelas tiket ini menyesuaikan dengan obyek wisata yang lain, karena yang lainnya sudah lama terjadi kenaikan. Tapi, untuk yang di slopeng, lombeng dan museum baru di naikkan. ” Tutupnya

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru