Dunia Pendidikan Sumenep Tercoreng Ulah Oknum Kepala Sekolah, Aktifis LPM Authentic UNIBA Madura Angkat Bicara

- Redaksi

Senin, 2 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Dapurpos.Com Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak dibawah umur kembali terjadi, kali ini menimpa anak umur 13 tahun berinisial (T), warga Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Korban awal mula di iming-imingi akan dibelikaan sepeda motor Vespa Metik (Vesmet) oleh pelaku, yang merupakan ibu kandungnya sendiri brinisial (E) yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), namun tanpa sepengetahuan korban, kemudian pelaku dengan sengaja memperdagangkan anaknya sendiri kepada oknum Kepala Sekolah Dasar (SD) berinisial (J).

Sehingga, atas adanya kejadian tersebut, Ketua Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Authentic Universitas Bahaudi Mudhary Madura (UNIBA), Roby Tri Sulaiman N. R memberi keterangan kepada Media Dapurpos merasa sangat kecewa dan prihatin atas perilaku bejat yang dilakukan oleh kedua pelaku tersebut, yang diantaranya ibu kandungnya sendiri dan oknum Kepala Sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertama tentu saya sangat prihatin terhadap adanya kejadian bejat ini, sebab sebelumnya saya sudah memberikan pandangan kepada masyarakat terkait dampak dari kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, terkhususnya dilingkup dunia pendidikan,” kata Roby. Senin (2/9/2024)

Mahasiswa jurusan Fakultas Tekhnik Informatika itu juga mengungkapkan, sangat perlu kiranya Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumenep tegas dalam menindak oknum Kepala Sekolah yang bejat seperti itu.

“Tentu peran Kepala Dinas Pendidikan dalam hal ini sangat penting, untuk kemudian tegas dalam menindak lanjuti, seperti memberikan sanksi pemecatan secara tidak hormat terhadap kedua pelaku tersbut,” terangnya

Selama ini yang Roby ketahui ketika ada kejadian pelecehan seksual dilingkup dunia Pendidikan, seakan akan Dinas Pendidikan terkesan keberatan dalam menindak secara tegas, dengan alasan semua kebijakan terkait pemecatan itu sepenuhnya merupakan kewenangannya Bupati Sumenep

“Kalau memang itu kewenangannya Bupati Sumenep, harusnya Kepala Dinas Pendidikan juga membantu memberikan penekanan kepada Bupati Sumenep untuk bagaimana segera memecat para oknum ASN yang sangat bejat seperti itu, apalagi akhir-akhir ini yang terlibat sekelas oknum Kepala Sekolah, yang harusnya memberikan contoh baik terhadap siswa siswi dan bawahannya, tetapi malah menyesatkan,” tegasnya

Selain itu, Roby juga meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH), mau itu Polres Sumenep ataupun Kejaksaan Negeri Sumenep, untuk bagaimana tegas dalam menindak dan memproses para pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Saya juga meminta kepada APH untuk bagaimana tegas dan memberikan sanksi hukuman seberat beratnya, mengingat dampak yang dirasakan oleh korban akan membekas selamanya dalam psikisnya, jadi kalau bisa harapan saya beri hukuman yang bisa membuat para predator seksual yang lain jera dan takut untuk melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya

“Kami LPM Authentic UNIBA Madura beserta Civitas Akademika siap mengawal sampai tuntas, dan kami akan mendukung penuh pihak terkait untuk kemudian bisa segera menuntaskan kasus tersebut. Dan yang terakhir saya selaku Ketua Umum LPM Authentic UNIBA Madura sekali lagi mengiangatkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep untuk mengevaluasi seluruh Kepala Sekolah se-kabupaten Sumenep,” pungkasnya

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eks Sport Center Sumenep Diusulkan Jadi Lokasi Sekolah Rakyat, Tapi 60 Persen Lahannya Masih Berstatus LSD
Hak Siswa Dipertanyakan, Wali Murid Soroti Distribusi Buku Pembelajaran Utama di SDN 112 Metatu
Dari Blangkon untuk Harapan, Kepala SDN di Sumenep Antar Langkah Pertama Irsya Menuju Mimpi dengan Kaki Palsu
Poltekpel Surabaya dan KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak 148 SDM Maritim Andal
DPRD Sumenep Soroti Dugaan Rangkap Jabatan Sekdes Pagerungan Besar, Komisi IV Minta Dinas Terkait Bertindak Tegas
Bupati Fauzi: Masa Depan Sumenep Ada di Tangan Generasi Muda yang Berani Berubah
Terungkap ! Sekdes Pagerungan Besar Diduga Rangkap Jabatan sebagai Kepala PAUD, Publik Desak Klarifikasi
Tak Hanya Rangkap Jabatan, Kini Dugaan Mark Up Data Siswa di Pagerungan Besar Jadi Perhatian

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Eks Sport Center Sumenep Diusulkan Jadi Lokasi Sekolah Rakyat, Tapi 60 Persen Lahannya Masih Berstatus LSD

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Hak Siswa Dipertanyakan, Wali Murid Soroti Distribusi Buku Pembelajaran Utama di SDN 112 Metatu

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:10 WIB

Dari Blangkon untuk Harapan, Kepala SDN di Sumenep Antar Langkah Pertama Irsya Menuju Mimpi dengan Kaki Palsu

Senin, 29 Juni 2026 - 18:17 WIB

Poltekpel Surabaya dan KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak 148 SDM Maritim Andal

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:51 WIB

DPRD Sumenep Soroti Dugaan Rangkap Jabatan Sekdes Pagerungan Besar, Komisi IV Minta Dinas Terkait Bertindak Tegas

Berita Terbaru

Berita

PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:01 WIB