Kakek Atlawan Dikabarkan Terlantar, Kapus Gayam Berikan Klarifikasi

- Redaksi

Minggu, 26 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, DapurPos.com – Viral diberbagai WhatsApp group, seorang kakek bernama Atlawan (60) warga Dusun Cenlecen, Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, pada Jumat (24/3) dini hari, dikabarkan dalam kondisi sesak nafas oleh tokoh pemuda setempat, Salam Kempul.

Tertulis di percakapan yang diring Salam ke ruang publik tersebut mengungkapkan, bahwa Atlawan telah dirawat selama sebelas hari di pusat kesehatan masyarakat atau Puskesmas Gayam, dengan kondisi terakhir masih parah.

Atlawan, yang masih tertunduk lemas dalam kondisi sangat memprihatinkan, karena disinyalir tidak mendapatkan perawatan dokter. Sebab, selama beberapa hari ini kedua dokter yang bertugas di Puskesmas Gayam, sedang lepas tugas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sungguh sangat miris, ketika dokter indisipliner bergaya bak konsultan kesehatan, dengan enteng meninggalkan tugas dan kewajibannya sebagai abdi negara.

Hal itu malah dibebantugaskan kepada tenaga honorer, dengan resiko yang sewaktu-waktu akan datang ketika pasien membutuhkan penanganan khusus, karena keterbatasan pengetahuan.

Sementara Kepala Puskesmas Gayam, dr. Nuruddin berikan klarifikasi atas dugaan penelantaran pasiennya. Dirinya menyampaikan itu melalui salah satu WhatsApp Group, yakni ADV.PKP.

Dalam keterangan tertulis itu, pihaknya membantah bahwa kakek Atlawan telah ditelantarkan berhari-hari, dan tanpa penanganan dokter sehingga mengancam keselamatan si pasien tersebut.

Dikatakan Nuruddin, kondisi pasien saat ini sudah membaik berkat penanganan medis dari dr. Imam. Tetapi karena anak buahnya tersebut izin jenguk ibunya sakit di kangean, maka dirinya yang ambil alih melakukan pemeriksaan kondisi kakek Atlawan.

“Selasa (21/3) sore, saya pulang ke sumenep naik kapal, Rabu-Kamis libur sekalian istirahat, mengingat kondisi lagi kurang sehat,” katanya, Jumat (24/3) malam, dikutip keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, ia mengeklaim masyarakat sudah banyak yang tahu pada hari itu (Selasa), dirinya buka praktek seperti yang diketahui, bahwa tugas di Pulau sangat berbeda dengan di daratan.

“Salah satu contoh, kalau pulang ke sumenep tidak bisa langsung pulang, sehingga menunggu jadwal tranportasi kapal dulu, baru bisa balik,” tukasnya.

Ia juga menyebut, segala masukan dan kritikan sangat bagus sehingga para pemangku kebijakan bisa memperbaiki. Terutama, dirinya sebagai penanggungjawab Puskesmas Gayam, akan mengajukan penambahan dokter ke dinas kesehatan.

“Kekurangan pelayanan PKM (Puskesmas) kita perhatikan bersama, karena PKM milik kita bersama, khususnya masyarakat Gayam bukan warisan bapak saya. Jadi, sudah sewajarnya masukan-masukan yang baik, kita tindaklanjuti bersama,” akunya, seolah menggambarkan sosok teladan sebagai abdi negara.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru