Bawaslu Sumenep : Peran Media Dalam Pengawasan Pilkada 2024 Sangatlah Penting

- Redaksi

Senin, 19 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Dapurpos.Com Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif bersama media yang diselenggarakan, di Hotel Asmi Sumenep, Minggu 18 Agustus 2024

Sosialisasi yang bersamaan dengan launching pemetaan kerawanan Pilkada 2024 tersebut melibatkan puluhan jurnalis dari berbagai media massa yang bertugas di Kabupaten Sumenep.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sumenep, Achmad Subaidi mengatakan, dalam pengawasan Pilkada 2024 penting melibatkan media. Karena media massa memiliki peran dalam mewujudkan Pilkada demokratis dan berintegritas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemetaan ini dibagi dalam empat dimensi utama, yaitu Konteks Sosial Politik, Penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan, Kontestasi, dan Partisipasi, yang kemudian dijabarkan menjadi 61 indikator.

Dari hasil pemetaan, ada sepuluh (10) indikator kerawanan

yang berpotensi terjadi dalam pelaksanaan Pemilihan Tahun 2024 di Kabupaten Sumenep, yakni :

1. Himbauan untuk memilih calon tertentu dari pemerintah lokal;

2. Adanya konflik antar pendukung peserta/paslon;

3. Adanya putusan DKPP terhadap jajaran KPU/Bawaslu;

4. Adanya materi kampanye bermuatan SARA di tempat umum;

5. Rekomendasi Bawaslu terkait ketidak netralan ASN/TNI/POLRI;

6. Intimidasi terhadap penyelenggara pemilu;

7. Adanya iklan kampanye di luar jadwal;

8. Adanya bencana alam yang mengganggu tahapan;

9. Adanya pemilihan suara ulang; dan

10. Surat suara yang tertukar

Ketua Bawaslu Kabupaten Sumenep, Achmad Zubaidi mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemetaan, mengidentifikasi sepuluh indikator kerawanan utama yang berpotensi terjadi dalam Pemilihan 2024.

“Kerawanan paling dominan ada pada dimensi konteks sosial dan politik, terutama pada indikator himbauan untuk memilih calon tertentu dari pemerintah lokal,” ungkapnya, 

Lebih lanjut, pihak juga mengungkapkan bahwa indikator ini dinilai sangat penting karena dapat mempengaruhi netralitas pemilihan dan mengganggu proses demokrasi yang sehat.

“Selain itu, kami juga mengidentifikasi potensi kerawanan lain seperti konflik antar pendukung peserta/paslon, putusan DKPP terhadap jajaran KPU/Bawaslu, dan materi kampanye bermuatan SARA di tempat umum,” imbuhnya.

Kerawanan-kerawanan ini, lanjut Zubaidi, jika tidak ditangani dengan baik, dapat mengancam kelancaran proses pemilihan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bawaslu Kabupaten Sumenep akan melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencegahan.

“Kami berharap seluruh stakeholder bersinergi dan berpartisipasi dalam bentuk pencegahan atas berbagai kerawanan pemilihan 2024,” pungkasnya.

Dengan upaya ini, Bawaslu Sumenep berharap Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep serta Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur pada 27 November 2024 mendatang dapat berlangsung aman, lancar, dan damai.

“Media ini salah satu pilar demokrasi. Makanya, kalau tidak ada media tentu demokrasi akan gelap. Media bisa menyampaikan informasi setiap tahapan dan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” kata Achmad Subaidi.

Pihaknya mengungkapkan, peran media secara khusus disebut dalam Peraturan Bawaslu, yaitu bisa mengambil bagian dalam pengawasan partisipatif. Atas peran itu pihaknya berharap, ada sinergitas antara Bawaslu Kabupaten Sumenep dengan media massa.

“Harapan kami sebagai pengawas Pemilu kedepan bisa bersinergi dalam hal pengawasan partisipatif. Tentu kalau tidak ada media, masyarakat sulit mendapatkan informasi,” jelasnya

Lebih jauh Ketua Bawaslu Sumenep mengajak semua pihak ikut serta menyukseskan gelaran Pilkada 2024, khususnya di Kabupaten Sumenep. Sehingga tercipta pemilihan berkualitas dan terpilih pemimpin yang sesuai harapan seluruh masyarakat.

“Mari kita sukseskan Pemilukada 2024, khususnya Pilkada Sumenep November mendatang, sehingga tercipta pemilihan berkualitas dan terpilih pemimpin yang sesuai dengan harapan kita bersama,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rotasi 25 Pejabat, Bupati Sumenep: Hadirkan Energi Baru untuk Percepat Pembangunan dan Tingkatkan Pelayanan Publik
Dapil DPRD Surabaya Siap Dievaluasi, NasDem Ingatkan Jangan Jadi Ajang Bagi-bagi Kursi
PDIP Diseret ke Pusaran Demo MBG, Said Abdullah: Mahasiswa Bukan Alat Politik
NasDem Jatim Naikkan Jumlah Kurban Jadi 155 Ekor, PWNU hingga Ponpes Bumi Sholawat Kebagian Sapi
DPRD Sumenep Godok Raperda Pengelolaan Aset Daerah, Gandeng Akademisi UTM Perkuat Regulasi
DPRD Sumenep Perkuat Legislasi, Fraksi-Fraksi Sampaikan Pandangan atas Tiga Raperda 2026
DPRD Sumenep Tancap Gas Tetapkan Propemperda 2026, Perkuat Arah Regulasi Daerah
DPRD Sumenep Dalami Tiga Raperda, Soroti Reformasi Birokrasi hingga Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 04:16 WIB

Rotasi 25 Pejabat, Bupati Sumenep: Hadirkan Energi Baru untuk Percepat Pembangunan dan Tingkatkan Pelayanan Publik

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:33 WIB

Dapil DPRD Surabaya Siap Dievaluasi, NasDem Ingatkan Jangan Jadi Ajang Bagi-bagi Kursi

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:38 WIB

PDIP Diseret ke Pusaran Demo MBG, Said Abdullah: Mahasiswa Bukan Alat Politik

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:25 WIB

NasDem Jatim Naikkan Jumlah Kurban Jadi 155 Ekor, PWNU hingga Ponpes Bumi Sholawat Kebagian Sapi

Senin, 11 Mei 2026 - 13:03 WIB

DPRD Sumenep Godok Raperda Pengelolaan Aset Daerah, Gandeng Akademisi UTM Perkuat Regulasi

Berita Terbaru