Kelangkaan BBM di Sumenep Jangan Dianggap Persoalan Biasa

- Redaksi

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Sudirman Roziqin (Aktivis Pemuda)

DAPURPOS.Com, SUMENEP – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Sumenep dalam beberapa hari terakhir bukan sekadar persoalan antrean panjang di SPBU. Lebih dari itu, kondisi tersebut telah memengaruhi aktivitas masyarakat, menghambat mobilitas, dan berpotensi menekan roda perekonomian daerah jika tidak segera ditangani secara serius.

Masyarakat saat ini dihadapkan pada situasi yang tidak mudah. Banyak warga harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lainnya hanya untuk mendapatkan BBM. Waktu, tenaga, dan biaya terbuang akibat ketidakpastian pasokan bahan bakar yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai daerah kepulauan, Sumenep memiliki karakteristik tersendiri dalam distribusi energi. Karena itu, setiap gangguan pasokan BBM akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan daerah lain. Tidak hanya pengendara kendaraan bermotor yang merasakan kesulitan, tetapi juga para nelayan, petani, pelaku usaha mikro, hingga pekerja sektor informal yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar.

Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak boleh memandang persoalan ini sebagai masalah biasa. Diperlukan langkah cepat, koordinasi yang kuat dengan pemerintah pusat dan pihak terkait, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai penyebab dan solusi yang sedang dilakukan. Transparansi menjadi penting agar tidak muncul spekulasi yang dapat memperkeruh keadaan.

Selain itu, pengawasan terhadap distribusi BBM harus diperketat. Di tengah kondisi langka, potensi munculnya praktik penimbunan, penyalahgunaan distribusi, maupun permainan oleh oknum tertentu selalu menjadi kekhawatiran masyarakat. Oleh karena itu, aparat penegak hukum dan instansi terkait perlu hadir untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

Masyarakat juga berhak mendapatkan kepastian bahwa setiap liter BBM yang tersedia benar-benar diperuntukkan bagi kebutuhan publik, bukan untuk kepentingan segelintir pihak yang ingin mengambil keuntungan dari situasi sulit. Jika ditemukan adanya praktik curang atau permainan distribusi, maka sanksi tegas harus diberikan sebagai bentuk efek jera.

Kelangkaan BBM sejatinya menjadi momentum evaluasi bersama mengenai ketahanan energi daerah. Pemerintah perlu memikirkan langkah jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan sekadar penjelasan, melainkan solusi nyata. Pemerintah harus hadir dengan tindakan cepat dan terukur agar aktivitas warga kembali normal, roda perekonomian tetap bergerak, dan kepercayaan publik terhadap pelayanan negara tetap terjaga.

Karena bagi masyarakat Sumenep, BBM bukan hanya soal bahan bakar, melainkan penopang utama kehidupan sehari-hari. Jika distribusinya terganggu, maka denyut aktivitas masyarakat pun ikut tersendat. Oleh sebab itu, persoalan ini harus menjadi perhatian bersama dan diselesaikan sesegera mungkin. (red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KDMP dan MBG: Ketika Program Ambisius Berpotensi Membebani Keuangan Negara dan Meleset dari Prioritas
Takbir Bergema, Jalan Rusak Menyapa: Ironi Lebaran di Kepulauan Sumenep
“Di Balik Api dan Asa: Sang Koki yang Mengendalikan Rasa”
Kursi Singgasana Sekda Sumenep dan Bahaya Kompromi Politik
Balon Sekda di Ujung Pensiun, Antara Sah Regulasi dan Abai Nalar Anggaran
Jalan Rusak, Kepercayaan Retak: Potret Buram Tata Kelola Desa Karangnangka
Peta Politik Birokrasi Menghangat, Tiga Figur Kuat Mencuat di Bursa Sekda Definitif Sumenep
Senyum Tipis Redaksi dan Cara Membaca Kritik di Tengah Skandal Oknum DPRD

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:11 WIB

Kelangkaan BBM di Sumenep Jangan Dianggap Persoalan Biasa

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:00 WIB

KDMP dan MBG: Ketika Program Ambisius Berpotensi Membebani Keuangan Negara dan Meleset dari Prioritas

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:25 WIB

Takbir Bergema, Jalan Rusak Menyapa: Ironi Lebaran di Kepulauan Sumenep

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:18 WIB

“Di Balik Api dan Asa: Sang Koki yang Mengendalikan Rasa”

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:16 WIB

Kursi Singgasana Sekda Sumenep dan Bahaya Kompromi Politik

Berita Terbaru

Berita

PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:01 WIB