cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Sekdakab Sumenep Soroti ASN yang Belum Kenakan Peci Hitam, Disiplin Jadi Sorotan

DAPURPOS.Com, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mematuhi kebijakan penggunaan peci hitam nasional selama peringatan Bulan Bung Karno 2026. Meski instruksi telah diberlakukan, masih ditemukan sejumlah ASN pria yang belum mengenakan atribut tersebut saat apel gabungan di lingkungan Pemkab Sumenep.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si., melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Anwar Yusuf Sahroni saat memimpin Apel Upacara Gabungan ASN di halaman Kantor Pemkab Sumenep, Senin (15/6/2026).

Apel tersebut dihadiri Sekdakab Sumenep Agus Dwi Saputra, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat Eselon III dan IV, pejabat fungsional, serta ASN di lingkungan Pemkab Sumenep.

Dalam apel itu masih terlihat sejumlah ASN pria yang belum mengenakan peci hitam sebagaimana instruksi yang telah diberlakukan selama Bulan Bung Karno. Kondisi tersebut menjadi perhatian Sekdakab agar seluruh ASN lebih disiplin dalam menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Tantangan Baru Pariwisata Sumenep dengan Pemotongan Anggaran Pusat

Kepala DLH Sumenep Anwar Yusuf Sahroni menegaskan bahwa penggunaan peci hitam bukan sekadar pelengkap atribut seragam kedinasan. Menurutnya, peci hitam merupakan simbol penghormatan kepada Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang selama ini identik dengan peci nasional.

“Atas arahan Bapak Sekretaris Daerah, kami kembali mengingatkan seluruh ASN pria agar mengenakan peci hitam selama Bulan Bung Karno. Ini bukan hanya soal atribut, tetapi bentuk penghormatan kepada Bung Karno sebagai Proklamator Republik Indonesia sekaligus upaya memperkuat semangat nasionalisme di lingkungan pemerintahan,” ujar Anwar saat menyampaikan pesan Sekdakab Agus Dwi Saputra.

Menurutnya, Bulan Bung Karno harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa. ASN memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, termasuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Karena itu, seluruh pimpinan perangkat daerah diminta turut mengingatkan pegawainya agar mematuhi instruksi penggunaan peci hitam nasional selama Juni 2026.

Baca Juga :  Petani Sumenep Audiensi Pemkab, Tuntut Pergantian Tim Ahli Bupati Bidang Pertanian

Anwar Yusuf Sahroni juga menegaskan bahwa kedisiplinan ASN dalam mematuhi aturan merupakan bagian dari integritas dan tanggung jawab sebagai pelayan publik.

“Bapak Sekda berharap seluruh ASN menunjukkan kepatuhan terhadap instruksi ini. Yang paling penting bukan hanya mengenakan peci hitam, tetapi bagaimana meneladani semangat perjuangan, pengabdian, dan kecintaan Bung Karno terhadap bangsa dan negara dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Pemkab Sumenep menjadikan Bulan Bung Karno sebagai momentum memperkuat karakter kebangsaan di lingkungan birokrasi. Melalui gerakan penggunaan peci hitam nasional, ASN diharapkan tidak hanya mengenang jasa sang proklamator, tetapi juga menumbuhkan semangat persatuan, nasionalisme, serta pengabdian kepada masyarakat.

Instruksi tersebut berlaku sepanjang Juni 2026 sebagai bentuk penghormatan kepada Bung Karno sekaligus upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. (adie/red)**

Tinggalkan Balasan