cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Wabup Sumenep Turun Tangan, Krisis Listrik 6 Jam di Giliraja Didorong Segera Tuntas

DAPURPOS.COM, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep bergerak cepat merespons keluhan warga Pulau Giliraja terkait keterbatasan layanan listrik yang hanya menyala sekitar 6 jam per hari secara bergiliran. Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, S.H., M.H., turun langsung memimpin audiensi antara tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pihak PLN guna mencari solusi konkret atas persoalan tersebut.

Audiensi yang berlangsung di ruang Wakil Bupati Sumenep, Selasa (17/3/2026), dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, di antaranya Asisten I dan Asisten III Setdakab Sumenep, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Manager PLN ULP Sumenep, serta perwakilan masyarakat dan tokoh agama Giliraja.

Dalam forum itu terungkap, gangguan listrik dipicu oleh kerusakan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Giliraja akibat beban pemakaian berlebih (overload). Kondisi tersebut diperparah oleh adanya miskomunikasi antara pihak PLN dan masyarakat setempat, yang memicu keresahan berkepanjangan.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Tancap Gas Tetapkan Propemperda 2026, Perkuat Arah Regulasi Daerah

Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, menegaskan bahwa persoalan listrik merupakan kebutuhan mendasar yang tidak boleh diabaikan oleh penyedia layanan.

“Listrik ini kebutuhan utama masyarakat. Tidak boleh ada pelayanan yang setengah-setengah, apalagi sampai menghambat aktivitas warga,” tegasnya usai audiensi.

Ia juga meminta pihak PLN segera mengambil langkah konkret dan memberikan kepastian kepada masyarakat terkait normalisasi layanan listrik di wilayah tersebut.

“Saya minta ada kepastian dan langkah cepat. Masyarakat butuh solusi, bukan sekadar penjelasan,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, pihak PLN menyampaikan bahwa proses perbaikan mesin PLTD saat ini tengah berlangsung dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat, sehingga distribusi listrik dapat kembali normal seperti sediakala.

Baca Juga :  H. Udik Nahkodai PPMBSI Sumenep, Tekankan Persaudaraan dalam Hobi Merpati Balap

Selain itu, dalam audiensi tersebut juga disepakati bahwa PLN akan meningkatkan transparansi terkait kondisi riil mesin pembangkit dan kapasitas konsumsi listrik masyarakat. PLN juga berkomitmen tidak akan menambah beban daya di luar kemampuan pembangkit yang tersedia.

Audiensi ini diharapkan menjadi titik terang bagi percepatan pemulihan layanan listrik di Giliraja, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, PLN, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik yang optimal. (adie/red)**