Sumenep, Dapurpos.com – Lonjakan kasus campak di Kabupaten Sumenep kian mengkhawatirkan. Sejak Februari hingga Agustus 2025, tercatat 2.105 anak terserang campak dengan 17 di antaranya meninggal dunia.
Menjawab kondisi darurat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep meluncurkan program Outbreak Response Immunization (ORI) campak, Senin (25/8/2025), yang menyasar lebih dari 74 ribu anak usia 9 bulan hingga 7 tahun.
Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, yang hadir pada peluncuran di TK Rumah Pintar Sumenep, menekankan pentingnya dukungan orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan ulama agar imunisasi massal berjalan optimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Elya Fardasyah, menegaskan bahwa program ORI bukan sekadar seremonial, melainkan upaya serius memutus rantai penularan campak yang semakin meluas.
“Target minimal 90 persen cakupan imunisasi harus tercapai. Kalau tidak, risiko penularan tetap tinggi dan kasus akan terus bertambah. ORI ini satu-satunya cara paling efektif untuk menghentikan wabah campak yang sudah menelan korban jiwa,” ujar Elya.
Ia juga menjelaskan, program ORI akan berlangsung selama dua pekan. Jika setelah itu masih ada anak yang belum mendapatkan vaksin, tim kesehatan akan melakukan penyisiran tambahan selama sepekan, termasuk dengan mendatangi langsung rumah warga.
Menurut Elya, cakupan imunisasi menjadi kunci utama.
“Kami tidak bisa kompromi dengan angka ini. Kalau di bawah 90 persen, berarti masih ada celah penularan. Itulah sebabnya, kami akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat,” tegasnya.
Dengan situasi lebih dari dua ribu kasus suspek hingga akhir Agustus, Pemkab Sumenep menegaskan percepatan imunisasi adalah jalan satu-satunya agar daerah ini segera keluar dari ancaman wabah campak.





